Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses pembentukan forum berbasis literasi, serta pola aktivitas gerakan literasi yang dilaksanakan oleh FLS sebagai katalisator gerakan masyarakat berbasis literasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, studi pustaka atau dokumentasi, dan triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pembentukan FLS diawali dengan adanya motif untuk menggabungkan para pegiat literasi agar terbangun jejaring (koneksi), sehingga peluang berkembangnya gerakan literasi di Kabupaten Sumedang semakin besar. Proses pembentukan FLS terdiri dari identifikasi masalah, perumusan konsep FLS, persiapan, dan launching. Model aktivitas gerakan literasi pada Forum Literasi Sumedang memiliki dua pola, pertama FLS sebagai center atau pusat gerakan, dan yang kedua adalah FLS sebagai support system atau sistem pendukung kegiatan literasi dari komunitas inisiator. FLS akan terus bergerak apabila terdapat formatur yang terprogram dan aktif menghidupkan forum. FLS sebagai katalisator. Memiliki arti sebagaimana sifat katalisator, yaitu mempercepat peluang terjadinya aksi Gerakan Literasi Masyarakat Kabupaten Sumedang. FLS mendorong pada perkembangan selanjutnya, tetapi tidak menjadi tujuan akhir. Setelah FLS ada, FTBM Sumedang kembali terbentuk dan aktif, sehingga gerakan literasi di Kabupaten Sumedang semakin mengalami kemajuan.