Pelatihan storytelling di Baitul Maqdis Cipta Edukasi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan mendongeng peserta antara sebelum dan sesudah diberikan treatment berupa pelatihan storytelling di Baitul Maqdis Cipta Edukasi. Metode pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui pendekatan studi pra-eksperimen dengan bentuk one group pretest-posttest design. Populasi penelitian terdiri dari para peserta pelatihan storytelling Baitul Maqdis Cipta Edukasi yaitu sebanyak 36 orang. Pengambilan sampel berdasarkan ukuran proposi sampel jenuh yaitu sejumlah keseluruhan peserta yang hadir yaitu sebanyak 36 peserta. Data penelitian dikumpulkan menggunakan angket/kuesioner, observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Data penelitian menggunakan skala nominal dan dianalisis menggunakan uji tanda (sign test) dengan derajat kepercayaan 95%. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan mendongeng berupa kemampuan memahami dan memilih bahan cerita, kemampuan menuturkan dongeng, dan kemampuan menuturkan pesan dibalik narasi dongeng setelah diberikan treatment. Sehingga pelatihan storytelling meningkatkan kemampuan mendongeng peserta dan terdapat perbedaan berupa penambahan pengetahuan dan kemampuan peserta.

Share this: