Preservasi media rekam Musik Analog di Museum Musik Indonesia sebagai upaya pelestarian Budaya Bangsa

Untuk mengetahui tentang tindakan pencegahan, perbaikan kerusakan dan digitalisasi pada koleksi media rekam musik analog yang dimiliki Museum Musik Indonesia. Penelitian dilakukan menggunakan metode kualitatif pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui 3 metode yaitu studi pustaka, interview, dan observasi. Pengamatan dilakukan melihat pada aspek teknis pencegahan atau preventif dan perbaikan atau kuratif. Digitalisasi dilakukan guna isi media rekam musik dapat digunakan tanpa harus mempunyai media dalam bentuk fisik. Nilai guna media rekam musik ini tidak hanya memiliki unsur hiburan, namun memiliki nilai historis dan budaya karena tujuan dari pelestarian ini berfokus pada pelestarian karya budaya anak bangsa. Melalui penelitian ini, diperoleh hasil bahwa kegiatan preservasi preventif seperti penggunaan silika gel untuk mengurangi kelembapan, pemutaran rutin, pembuatan sampul, dan penyediaan alat penunjang dalam mengatasi bencana alam. Preservasi kuratif yang dilakukan seperti membersihkan kotoran seperti jamur menggunakan alkohol, pencucian piringan hitam menggunakan detergen, meluruskan pita kusut, perbaikan komponen secara kanibal, penyambungan kembali pita kaset yang putus menggunakan lem serba guna. Digitalisasi dilakukan dengan memutar media dan direkam dengan menyambungkan pemutar ke alat perekam digital. Hasil rekaman kemudian di proses melalui tahapan editing dan pemilihan format file digital. Hambatan yang dihadapi oleh Museum Musik Indonesia adalah kendala finansial, sumber daya manusia dan terbatasnya tempat penyimpanan.

Share this: