Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam mengenai kegiatan pengelolaan arsip rekam medis di Rumah Sakit Dr. Noesmir Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, dengan menggunakan konsep manajemen kearsipan yang mencakup penciptaan, penggunaan, pemeliharaan, penyimpanan, dan pemusnahan arsip rekam medis serta melihat hambatan dan daya dukung pengelolaan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas observasi, wawancara, dokumentasi serta sumber lain yang berasal literatur buku dan jurnal. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan pengelolaan arsip rekam medis dimulai dari proses penciptaan dimulai dari pasien mendaftarkan diri hingga dokumen rekam medis siap disimpan. Penggunaan dan akses rekam medis tidak dapat dilakukan oleh setiap orang kecuali petugas rekam medis dan tenaga kesehatan. Pemeliharaan arsip rekam medis terdiri atas kegiatan pembersihan, pemeliharaan sampul arsip, dan pemeliharaan preventif. Penyimpanan arsip menggunakan klasifikasi terminal digit filing system yang terdapat pada rak dan kardus penyimpanan berkas, apabila arsip telah disimpan dalam kurun waktu 5 tahun dan sesuai dengan Jadwal Retensi Arsip maka arsip rekam medis akan dimusnahkan. Hambatan yang terjadi dalam pengelolaan arsip rekam medis adalah kurangnya tenaga kerja dengan latar belakang pendidikan yang relevan, kurangnya fasilitas dan kesulitan dalam proses retensi. Daya dukung terdiri atas terciptanya knowledge sharing yang baik serta adanya SIMRS. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah bahwa Rumah Sakit Dr. Noesmir Baturaja melaksanakan pengelolaan kearsipan mengacu pada manajemen kearsipan tetapi belum cukup optimal dalam mendukung penyediaan informasi pasien bagi para tenaga kesehatan.