Bandung, September 2023 – Menyadari tingginya risiko bencana di Indonesia, tim peneliti dari Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi (PSI) Fikom Unpad telah merampungkan sebuah buku ajar yang komprehensif. Berjudul “Pedoman Perpustakaan Aman Bencana,” buku ini hadir sebagai panduan esensial untuk memastikan perpustakaan di Indonesia memiliki kesiapsiagaan yang memadai dalam menghadapi berbagai ancaman bencana, sekaligus melindungi koleksi informasi penting yang tersimpan di dalamnya.
Tim peneliti yang bekerja di balik inisiatif ini terdiri dari para akademisi dan praktisi berpengalaman, yaitu Dr. Edwin Rizal, Dr. Ute Lies Siti Khadijah, M.Si, Asep Hermansyah, MAP, dan Slamet Riyadi, S.I Pust. Kolaborasi ini menggabungkan keahlian mendalam di bidang perpustakaan dan manajemen risiko, menghasilkan sebuah karya yang relevan, praktis, dan dapat diimplementasikan oleh para pustakawan di seluruh negeri.
Penyusunan pedoman ini didorong oleh realitas geografis Indonesia yang berada di jalur Pegunungan Mediterania dan Sirkum Pasifik. Posisi ini membuat Indonesia sangat rentan terhadap gempa bumi, tsunami, banjir, letusan gunung berapi, dan tanah longsor. Bencana-bencana ini tidak hanya mengancam keselamatan manusia, tetapi juga keberadaan perpustakaan sebagai lembaga vital yang menyimpan dan melestarikan warisan intelektual bangsa. Oleh karena itu, pedoman ini dibuat sebagai langkah proaktif untuk melindungi kekayaan informasi tersebut.
Menurut tim peneliti, koleksi perpustakaan, baik fisik maupun digital, sangat rentan terhadap berbagai kerusakan—baik dari bencana alam maupun bencana yang disebabkan oleh manusia seperti kebakaran atau vandalisme. Oleh karena itu, pedoman ini menekankan pentingnya perencanaan kesiapsiagaan dan manajemen bencana yang meliputi pencegahan, mitigasi, tanggapan, dan pemulihan. Buku ajar ini menyediakan langkah-langkah strategis untuk meminimalkan dampak kerusakan dan memastikan kelangsungan operasional perpustakaan.
Selain itu, pedoman ini juga menggarisbawahi peran krusial pustakawan. Mereka tidak hanya bertugas sebagai pengelola koleksi, tetapi juga sebagai agen penyebar informasi kebencanaan dan peningkat kesadaran masyarakat. Melalui pedoman ini, pustakawan dapat memperoleh pengetahuan, pelatihan, dan prosedur resmi yang diperlukan untuk menjalankan peran ini secara efektif. Upaya ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin ke-11 tentang kota dan permukiman berkelanjutan serta poin ke-13 tentang aksi iklim.
Inisiatif dari Fikom Unpad ini menjadi kontribusi signifikan dalam memperkuat ketahanan nasional di bidang informasi dan pengetahuan. Dengan adanya “Pedoman Perpustakaan Aman Bencana,” diharapkan seluruh perpustakaan di Indonesia dapat lebih siap dalam menghadapi tantangan di masa depan, memastikan bahwa kekayaan intelektual bangsa tetap terlindungi dan dapat diakses oleh generasi mendatang.(ADF)