BANDUNG-Senin, 13 Oktober 2025. Mahasiswa Program Studi (Prodi) Perpustakaan dan Sains Informasi (PSI), Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom), Universitas Padjadjaran, didampingi dosen pengampu mata kuliah, melaksanakan kunjungan sekaligus mempersiapkan praktikum di Pusat Budaya Sunda (PBS) Universitas Padjadjaran (Unpad). Kegiatan ini berlangsung dari pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, yang melibatkan mahasiswa, dosen pengampu mata kuliah Manajemen Warisan Digital, dan Staf PBS.
Kunjungan ini merupakan bagian integral dari mata kuliah Manajemen Warisan Digital. “Dalam rangka praktikum mata kuliah manajemen warisan digital Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi sekaligus untuk membantu pengelolaan koleksi digital Pusat Budaya Sunda Unpad,” jelas Kusnandar, M.Si., salah satu dosen pengampu. Praktikum ini bertujuan untuk memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam mengelola dan melestarikan warisan budaya, khususnya yang berkaitan dengan kebudayaan Sunda.
Menurut Prof. Ganjar Kurnia, pendirian PBS Unpad yang diresmikan pada 20 Mei 2025, setelah sebelumnya dikenal sebagai Pusat Digitalisasi dan Pengembangan Budaya Sunda, merupakan upaya krusial dalam mempertahankan ciri-ciri peradaban Sunda yang mulai tergerus. “Apabila buku-buku ini hilang atau rusak, maka peradaban Sunda pun akan hilang,” tegasnya. PBS Unpad berfokus mendigitalkan naskah, buku, dan majalah berbahasa Sunda serta buku-buku terkait bahasa Sunda sebagai langkah preventif terhadap hilangnya peradaban tersebut, bahkan sebelum adanya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.
Prof. Ganjar Kurnia menambahkan bahwa kegiatan di PBS Unpad sangat relevan dengan Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi, seperti pembuatan Lopian untuk mendigitalkan bahan-bahan (buku) melalui scanning dan OCR, serta Program SundaDigi. Upaya ini dilakukan untuk memulihkan budaya Sunda. Ia juga menyoroti kondisi majalah Mangle, yang terbit bersamaan dengan Unpad pada 1957, sebagai salah satu warisan yang terancam punah karena jumlah pembaca yang minim. Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat membantu mengembangkan program digitalisasi yang lebih terstruktur.
Praktikum lapangan ini akan berlangsung mulai pertengahan Oktober hingga akhir November 2025. Mahasiswa mata kuliah Manajemen Warisan Digital akan fokus pada alih media majalah Mangle, perbaikan metadata, dan penginputan data ke Aplikasi Lopian. Mereka juga bertugas mencatat detail setiap tulisan di majalah Mangle melalui pencatatan nomor, edisi, rubrik, judul, pengarang/penulis, dan halaman, yang menjadi langkah awal penting dalam pengorganisasian informasi.
Dr. Teddi Muhtadin, M.Hum., menyebutkan bahwa majalah Mangle adalah majalah tertua kedua di Indonesia dan merupakan “gudang informasi,” sehingga perawatan dan penyebarannya kepada masyarakat sangat penting. Namun, Riki Nawai, M.Hum., mengungkapkan tantangan yang dihadapi PBS Unpad, seperti keterbatasan SDM dan ketidaklengkapan terbitan Mangle yang mencapai 3027 edisi hingga Oktober ini. Kualitas hasil scan juga perlu ditingkatkan.
Oleh karena itu, kontribusi mahasiswa Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi sangat esensial. “Ada sekitar 500 yang belum didigitalkan,” ungkap Riki Nawai, M.Hum., menekankan bahwa peran mahasiswa dalam menginventarisasi edisi fisik dan digital majalah Mangle yang belum terdata menjadi sangat penting untuk membantu pelestarian budaya melalui PBS Unpad. Melalui aplikasi Lopian, hasil kerja keras ini nantinya akan dapat diakses oleh masyarakat luas untuk mencari informasi seputar kebudayaan Sunda.
Penulis: Evi Nursanti Rukmana



