Evi Nursanti Rukmana, M.I.Kom. Jadi Narasumber Pelatihan Read Aloud, Think Aloud, dan Menulis Cerita Anak

Sumedang– Rabu, 9 Juli 2025, menjadi hari penting bagi para pegiat literasi di Kabupaten Sumedang. Melalui sebuah acara virtual yang dihelat di platform Zoom, dosen Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi, Evi Nursanti Rukmana, M.I.Kom., tampil sebagai narasumber utama dalam “Pelatihan Read Aloud, Think Aloud, dan Menulis Cerita.” Kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi erat antara Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kabupaten Sumedang, Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sumedang, serta Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang. Acara ini juga menghadirkan Ipul Saepuloh, Kepala Ceria Space Project, sebagai narasumber pendamping.

Narasumber dan Peserta Pelatihan

Pelatihan ini diselenggarakan dengan satu tujuan utama: untuk memastikan perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi juga sebagai pusat kegiatan literasi yang memberdayakan masyarakat. Memiliki koleksi yang lengkap saja tidak cukup jika tidak ada upaya untuk mendorong pemustaka agar aktif memanfaatkannya. Dengan adanya kegiatan seperti membaca nyaring (read aloud) dan menulis cerita, perpustakaan dapat menjadi wadah yang efektif untuk menumbuhkan minat baca dan kreativitas.

Materi Membaca Nyaring

Kegiatan ini diikuti oleh beragam peserta yang memiliki peran strategis dalam dunia literasi. Mulai dari Pengelola Perpustakaan Sekolah, Perpustakaan Desa, Taman Bacaan Masyarakat (TBM), hingga Bapak dan Ibu Guru turut hadir untuk menambah wawasan dan keterampilan mereka. Kehadiran para peserta dari berbagai latar belakang ini menunjukkan besarnya antusiasme dan komitmen untuk bersama-sama memajukan literasi di Kabupaten Sumedang.

Pelatihan ini dirancang dengan struktur yang komprehensif, dimulai dari materi dasar hingga praktik langsung. Pertama, peserta dibekali dengan materi membaca nyaring (read aloud). Mereka belajar tentang pentingnya teknik ini, mengenal jenjang buku anak, dan berbagai teknik praktik read aloud yang efektif.

Selanjutnya, Evi Nursanti Rukmana, M.I.Kom. memberikan materi tentang berpikir lantang (think aloud). Peserta diajak memahami konsep, pentingnya, dan teknik dari metode ini sebagai cara untuk meningkatkan pemahaman dan interaksi saat membaca. Sesi ini juga dilengkapi dengan latihan praktis.

Sebagai penutup, peserta mendapatkan materi tentang penulisan cerita anak dari Ipul Saepuloh. Sesi ini tidak hanya membahas seluk-beluk penulisan, tetapi juga mengenalkan peserta pada beragam jenis dan jenjang buku anak. Puncak dari sesi ini adalah praktik menulis cerita anak, di mana peserta didorong untuk langsung menerapkan ilmu yang telah mereka dapatkan.

Keberhasilan acara ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara akademisi, komunitas literasi, dan pemerintah sangat penting dalam memajukan pendidikan. Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan para peserta dapat menjadi agen perubahan yang aktif, membawa semangat literasi ke perpustakaan mereka masing-masing, dan secara nyata meningkatkan kualitas minat baca di masyarakat luas.

Share this: