BANDUNG – Kolaborasi penting antara dosen dan mahasiswa dari Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi (PSI) Fikom Unpad, Dr. Yunus Winoto, M.Pd., Dr. Rully Khairul Anwar, dan Syahla Nurlaeli Rahmi, menghasilkan sebuah penelitian berjudul “PEMETAAN BIBLIOMETRIK TERHADAP PERKEMBANGAN PENELITIAN KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA.” Penelitian yang dilakukan di Bandung pada tahun 2024 ini berfokus pada analisis mendalam mengenai tren dan dinamika penelitian komunikasi antarbudaya di tengah arus globalisasi.
Penelitian ini berangkat dari premis bahwa seiring dengan meningkatnya interaksi global, komunikasi antarbudaya menjadi topik yang semakin krusial. Pertumbuhan kontak langsung antara berbagai negara dan budaya, yang tidak hanya terbatas pada tingkat personal tetapi juga melibatkan organisasi dan lembaga internasional, memicu kebutuhan untuk memahami dinamika komunikasi ini lebih dalam. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memetakan tren riset komunikasi antarbudaya melalui pendekatan bibliometrik.
Dengan metode analisis bibliometrik, para peneliti menganalisis data publikasi ilmiah untuk mengidentifikasi pola-pola utama dalam bidang ini. Hasilnya menunjukkan bahwa frase “intercultural communication” adalah yang paling relevan dalam judul artikel, muncul sebanyak 1110 kali. Sementara itu, kata-kata yang paling umum dalam judul artikel adalah “communication”, “intercultural”, “student”, dan “language”, yang mencerminkan fokus riset yang kuat pada aspek-aspek tersebut.
Temuan penelitian juga menyoroti publikasi terkemuka di bidang ini, seperti Journal Language and Intercultural Communication, yang menerbitkan 107 artikel dan dikutip sebanyak 1105 kali. Selain itu, Will Baker dari University of Southampton, UK, diidentifikasi sebagai penulis dengan hasil ilmiah yang tinggi, di mana 7 karyanya telah disitasi sebanyak 299 kali. Fokus penelitian yang paling umum dalam bidang ini mencakup komunikasi, kompetensi, bahasa, budaya, pendidikan, pengembangan, dan identitas.
Penelitian ini menghasilkan pemetaan yang matang mengenai dinamika riset komunikasi antarbudaya hingga saat ini. Melalui analisis ini, dapat diketahui bahwa komunikasi antarbudaya terus menjadi topik yang relevan dan berkembang, menunjukkan pentingnya pemahaman lintas budaya di berbagai sektor kehidupan.Publikasi ilmiah ini telah dimuat di Jurnal Signal, menjadikannya kontribusi berharga bagi literatur di bidang ilmu komunikasi. Penelitian ini relevan dengan dua Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Pertama, SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), yang menekankan pentingnya inklusivitas dalam komunitas perkotaan. Memahami komunikasi antarbudaya adalah kunci untuk menciptakan kota yang harmonis dan inklusif. Kedua, SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), yang mendorong kolaborasi global. Peningkatan riset dan kolaborasi internasional dalam bidang ini adalah manifestasi langsung dari upaya mencapai tujuan bersama secara global.
Hasil publikasi dapat diakses melalui link berikut: http://media.unpad.ac.id/files/publikasi/2025/rpm_20250123144720_9385.pdf
Penulis: Ridha Amalia, Nadziva Shaqeena, and Delfin Gusti Wanda