Berbekal Cita-cita Pustakawan Militer, Mahasiswa Perpustakaan dan Sains Informasi, Kayla Adia Lulus dalam Diklatsarmil Unpad

Jatinangor, 31 Januari 2026—Mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi Universitas Padjadjaran (Unpad), Kayla Adia Masrifah Batubara, berhasil menyelesaikan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Dasar Militer (Diklatsarmil) yang diselenggarakan bagi calon anggota Resimen Mahasiswa (Menwa). Kegiatan ini merupakan tahapan wajib yang harus diikuti oleh para siswa sebelum secara resmi menjadi anggota organik Menwa.

Kegiatan Diklatsarmil berlangsung selama sepuluh hari, mulai 22 Januari hingga 31 Januari 2026. Rangkaian kegiatan dilaksanakan di beberapa lokasi, yaitu lingkungan Universitas Padjadjaran, Yonzipur 9, serta Bukit Unggul. Pada upacara penutupan, kegiatan dihadiri oleh para senior Menwa, para siswa peserta, serta pelatih militer dari Yonzipur 9 yang turut memberikan pembinaan selama pelatihan berlangsung.

Kayla Adia ketika upacara penutupan Diklatsarmil (Sumber: YouTube Unpad TV)

Diklatsarmil diselenggarakan sebagai proses pembentukan awal bagi calon anggota Menwa. Melalui kegiatan ini, para siswa dibekali berbagai pengetahuan dan keterampilan dasar militer sebelum menjalani prosesi pembaretan yang menandai perubahan status dari siswa menjadi anggota organik. Materi yang diberikan meliputi teknik tempur dasar, navigasi darat dan pembacaan peta, pertolongan pertama, menembak, rappelling, serta materi pendukung lainnya.

Menurut Kayla, pengalaman mengikuti Diklatsarmil terasa menyenangkan sekaligus menantang. Ia menyampaikan bahwa baik sesi materi maupun kegiatan lapangan memberikan pengalaman baru yang berkesan. “Selama mengikuti kegiatan rasanya seru, baik saat materi maupun kegiatan luar. Saat ke Yonzipur juga ada pendidikan militer dasar. Di tahap akhir, perjalanan ke Bukit Unggul diawali naik truk TNI, lalu dilanjutkan berjalan sekitar tujuh kilometer. Selama di Bukit Unggul juga seru,” ujarnya.

Meski demikian, Kayla juga mengakui adanya tantangan selama pelatihan, terutama pada sesi stelling dan waktu makan yang serba cepat. Ia mengungkapkan bahwa peserta harus menghabiskan makanan dalam waktu terbatas sehingga menjadi tantangan tersendiri. Secara umum, ia menilai kegiatan ini memang melelahkan, namun tetap memberikan pengalaman berharga serta manfaat bagi ketahanan diri.

Keikutsertaan Kayla dalam Menwa dilatarbelakangi oleh motivasi pribadi dan pengaruh keluarga. Ayahnya diketahui pernah mengikuti Menwa di Yogyakarta, sehingga mendorong ketertarikan Kayla untuk mencoba. Selain itu, ia memiliki ketertarikan menjadi pustakawan militer sehingga merasa perlu memahami dasar-dasar kemiliteran. Ia pun berpesan kepada mahasiswa lain yang berminat untuk mengikuti kegiatan serupa agar melandasinya dengan kemauan sendiri. “Kalau mau ikut, pastikan bukan karena terpaksa, tetapi benar-benar karena keinginan sendiri,” pesannya.

Penulis: Kayla Adia Masrifah Batubara

Share this: