Dosen Fikom Unpad Kembangkan Big Data Pertanian untuk Dukung Regenerasi Petani

Bandung, 2025 — Tim dosen dari Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi, Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, berhasil meraih hibah penelitian dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) untuk mengembangkan repository big data pertanian. Penelitian yang akan berlangsung pada 2025–2027 ini berlokasi di Perpustakaan Alam Malabar, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung.

Penelitian dipimpin oleh Dr. Rully Khairul Anwar, M.Si., bersama anggota tim Dr. Diah Sri Rejeki, S.Sos., M.I.Kom., Rinda Aunillah, S.Sos., M.I.Kom., Aminudin, S.T., M.Kom., dan Falih Ijlal Septian, S.P.. Selain dosen, penelitian ini juga melibatkan mahasiswa, yakni Fikri Naufal Wilmara dan Andini Saphira Dwi Az-Zahra, sebagai bagian dari upaya penguatan kolaborasi akademik.

Latar belakang penelitian ini berangkat dari krisis regenerasi petani di Indonesia, di mana generasi muda semakin enggan untuk menekuni profesi sebagai petani. Kondisi ini dikhawatirkan mengancam ketahanan pangan di masa depan. Oleh karena itu, penelitian ini menghadirkan inovasi berupa repository big data yang menyediakan informasi cuaca, kesuburan tanah, harga pasar, hingga pola serangan hama, lengkap dengan analisis berbasis kecerdasan buatan (AI).

Dengan adanya sistem big data ini, petani—khususnya generasi muda—diharapkan mampu mengambil keputusan yang lebih presisi, efisien, dan berbasis data. Kehadiran Perpustakaan Alam Malabar sebagai pusat literasi digital juga memperkuat fungsi perpustakaan sebagai sarana edukasi, inovasi, sekaligus pelestarian lingkungan.

Penelitian ini berkontribusi langsung pada SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan menyediakan literasi digital bagi petani muda, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan teknologi big data dan infrastruktur digital untuk mendukung pertanian berkelanjutan.

Selain menghasilkan prototipe repository big data pertanian, penelitian ini juga menargetkan publikasi di jurnal internasional bereputasi, jurnal nasional terakreditasi, serta pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Dengan demikian, riset ini tidak hanya berkontribusi pada inovasi lokal, tetapi juga memperkuat reputasi akademik Indonesia di tingkat global.

Ke depan, tim peneliti berharap sistem ini dapat direplikasi di berbagai daerah lain untuk mempercepat regenerasi petani sekaligus meningkatkan daya saing pertanian Indonesia di era digital.

Penulis: Shelpi Nur Awaliyah

Share this: