Mahasiswa dan Dosen PSI Unpad Teliti Peran Media Sosial dalam Gerakan Aktivisme

BANDUNG, 2025 — Peran media sosial sebagai motor penggerak gerakan sosial kini mendapat sorotan ilmiah. Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi (PSI) Universitas Padjadjaran melalui penelitian terbarunya berhasil memetakan tren publikasi internasional yang meneliti hubungan antara media sosial dan aktivisme digital. Riset ini merupakan kolaborasi antara mahasiswa Selia Febi Zahra bersama dua dosen pembimbing, Rully Khairul Anwar dan Elnovani Lusiana, dengan menggunakan pendekatan bibliometrik.

Riset ini dilakukan sebagai respons terhadap fenomena maraknya aktivisme digital yang menggunakan media sosial sebagai alat utama untuk kampanye sosial, advokasi, dan protes. Tujuannya adalah untuk memahami perkembangan riset global, mengidentifikasi kata kunci dominan, jaringan kolaborasi antar peneliti, serta jurnal-jurnal terkemuka yang menerbitkan topik ini. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menemukan celah (gap) penelitian yang dapat menjadi dasar bagi studi-studi lanjutan di masa depan.

Dalam pelaksanaannya, tim peneliti mengumpulkan 585 artikel berbahasa Inggris dari basis data ilmiah Scopus. Pengumpulan data dilakukan untuk publikasi yang diterbitkan antara tahun 2013 hingga 2023, menggunakan kata kunci seperti social media, social media role, dan activism. Data kuantitatif tersebut kemudian dianalisis dengan metode bibliometrik, dibantu oleh perangkat lunak khusus seperti VOSviewer dan Biblioshiny untuk memetakan tren publikasi, jumlah sitasi, dan produktivitas negara.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Amerika Serikat menjadi negara paling produktif dengan jumlah publikasi terbanyak. Sementara itu, artikel karya Valenzuela yang terbit pada 2013 menjadi publikasi dengan sitasi tertinggi, mencapai 372 kali. Analisis juga menemukan tiga kata kunci dominan yang paling sering muncul, yaitu social media, human, dan media role, yang mengindikasikan fokus utama riset pada interaksi manusia dengan media sosial dalam konteks sosial.

Penelitian ini menunjukkan bahwa media sosial telah bertransformasi menjadi alat yang sangat berpengaruh dalam gerakan aktivisme global. Temuan ini tidak hanya memberikan gambaran menyeluruh tentang lanskap riset saat ini, tetapi juga menyoroti bagaimana media sosial memperkuat kesetaraan akses informasi dan memfasilitasi gerakan sosial. Hal ini sangat relevan dengan komitmen global terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Adapun artikel ilmiah ini telah melalui proses revisi dan disetujui untuk diterbitkan. Publikasi ini resmi dimuat dalam Jurnal Pustaka Budaya edisi Januari 2025. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan dapat memberikan landasan kuat bagi peneliti berikutnya dalam mengembangkan kajian tentang aktivisme digital, sekaligus menjadi bukti kontribusi akademik Unpad dalam memahami dinamika masyarakat modern.

Artikel selengkapnya tersedia di:  

http://media.unpad.ac.id/files/publikasi/2025/rpm_20250122181317_5286.pdf 

Penulis: Ridha Amalia, Nadziva Shaqeena, dan Moh. Fikri Ardinata Fuadi

Share this: