SUMEDANG-Kamis, 12 Desember 2024, Mahasiswa Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi Angkatan 2023 dari Tim Sorahumasium menggelar acara “Ameng Ka Museum: Menyusuri Warisan Sejarah” bekerja sama dengan Museum Prabu Geusan Ulun. Acara ini digelar di Jl. Prabu Geusan Ulun, No. 40, Regol Wetan, Sumedang Selatan, Sumedang, Jawa Barat, yang dihadiri Siswa/I Sekolah Menengah Pertama (SMP) sekitar Alun-Alun Sumedang, dan masyarakat sekitar.
Shofy Dwi Hidayanti sebagai Master of Ceremony (MC) memandu pembukaan dan penutupan acara. Acara ini dihadiri juga Fitri Perdana S.Sos, M.I.Kom, selaku Dosen Pengampu Mata Kuliah Humas Lembaga Informasi, yang memberikan sambutan sebelum masuk ke acara inti. Novianti Suryani sebagai perwakilan dari tim Museum Prabu Geusan Ulun memukul gong sebagai tanda simbolis pembukaan acara, disertai Evantri Mujaki sebagai pewakilan dari tim Sorahumasium.
“Menyusuri Warisan Sejarah”, merupakan kegiatan dalam memperkenalkan dan menyusuri warisan sejarah dari benda-benda peninggalan Kerajaan Sumedang Larang yang tersimpan dengan rapi di Museum Prabu Geusan Ulun. Acara ini memberikan informasi terkait benda-benda koleksi museum melalui kegiatan Post to Post dari setiap Gedung yang hadir di Museum Prabu Geusan Ulun disertai pengenalan benda bersejarah, dan dilanjutkan sesi permainan pada setiap gedung yang menjadi post.
Museum Prabu Geusan Ulun didirikan pada 1 Maret 1974 dengan tujuan utama untuk memperlihatkan sejarah masa lalu bahwa Sumedang pernah memiliki Kerajaan Sumedang Larang yang besar dan berjaya. Museum ini juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan berbagai pusaka peninggalan berharga, baik dari Kerajaan Sumedang Larang, Kerajaan Pajajaran, hingga masa pemerintahan Kabupaten Sumedang.
Para Mahasiswa dari tim Sorahumasium berkolaborasi dengan para edukator dari Tim Museum Prabu Geusan Ulun dalam pelaksanaan Post to Post. Para edukator museum menjelaskan informasi terkait benda koleksi museum dan mahasiswa berperan dalam pelaksanaan permainan setelah penjelasan mengenai koleksi museum terkait. Permainan yang hadir seperti, Menggambar koleksi yang ada, Kuis “Cari Aku” di mana mencari koleksi terkait yang sudah diberikan petunjuk, Cerdas cermat untuk menjawab pertanyaan seputar koleksi, dan terakhir penyusunan puzzle dari lukisan Pangeran Kornel yang dipajang.

Terdapat empat gedung yang digunakan untuk menjadi post yaitu: Gedung Gendeng yang berisi wayang-wayang dan alat perang meriam, Gedung Pusaka yang berisi makuta binokasih dan alat perang seperti trisula, tombak, keris, dan guci-guci. Lalu, digunakan juga Gedung Bumi Kaler yang berisikan patung macan, kitab/naskah kuno, koleksi mata uang dari dalam dan luar negeri, Lukisan Pangeran Kornel dan beberapa benda peninggalan Pangeran Soeri Atmaja serta hadir juga ruangan perpustakaan sebagai tempat menyimpan naskah kuno. Terakhir, ada Gedung Kereta yang diperuntukan untuk menyimpan kereta Naga Barong yang menjadi replika Kereta Naga Paksi. Kereta Naga Paksi merupakan kereta peninggalan Pangeran Soeria Koesoemah Adinata/Pangeran Sugih.


Semua kegiatan acara diunggah melalui media sosial Instagram @ sorahumasium https://www.instagram.com/sorahumasium/. Diadakannya acara “Ameng Ka Museum: Menyusuri Warisan Sejarah” ini, diharapkan para siswa-siswi SMP dan Masyarakat sekitar dapat lebih mengenal benda warisan sejarah khususnya peninggalan dari Kerajaan Sumedang Larang. Serta dapat meningkatkan minat untuk berkunjung ke museum secara sukarela karena keingintahuan dalam mencari informasi koleksi bersejarah yang hadir di museum.
Penulis: Tim Sorahumasium