Penelitian yang dilakukan oleh Tarisa Marsela, Dra. Sukaesih, M.Si., dan Asep Saeful Rohman, S.Sos., M.Ikom dari Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi Fikom Unpad menyoroti bagaimana Perpustakaan Baca di Tebet, sebuah perpustakaan komunitas di Jakarta Selatan, memanfaatkan Instagram (@bacaditebet) sebagai media utama untuk promosi layanan dan koleksi mereka.
Penelitian ini dilakukan karena media sosial, khususnya Instagram, kini menjadi platform yang efektif untuk menjangkau masyarakat luas. Dengan lebih dari 100 juta pengguna di Indonesia, Instagram dipandang sebagai sarana promosi yang mampu meningkatkan keterlibatan publik sekaligus menumbuhkan minat baca.
Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Baca di Tebet menggunakan strategi promosi yang dikenal dengan konsep push, pull, dan pass strategy. Strategi ini diterapkan melalui berbagai cara, seperti memberikan diskon keanggotaan bulanan, membuat konten harian, melakukan kolaborasi dengan komunitas dan influencer, hingga repost konten dari pengikut.
Pendiri perpustakaan menjelaskan bahwa promosi mereka juga berhasil berkat citra otentik yang berbeda dari perpustakaan lainnya. Bahkan sebelum resmi dibuka, perpustakaan ini sudah dikenal melalui promosi mulut ke mulut. Konten interaktif seperti video reels buatan pengunjung terbukti efektif dalam memperluas jangkauan promosi.
Selain promosi digital, Baca di Tebet juga aktif menyelenggarakan kegiatan komunitas seperti kelas merajut, webinar, hingga festival dua tahunan, yang memperkuat citra positif perpustakaan di mata masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kunjungan, tetapi juga menciptakan hubungan emosional yang lebih erat dengan pengunjung.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa promosi melalui Instagram terbukti efektif dalam membangun brand perpustakaan, meningkatkan jumlah anggota, serta memperluas basis pengunjung. Namun, disarankan agar Baca di Tebet juga memanfaatkan platform media sosial lain seperti TikTok agar jangkauan promosi lebih luas. Penelitian ini juga relevan dengan pencapaian SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan literasi masyarakat, dan SDG 9 (Inovasi dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan teknologi digital untuk pengembangan layanan perpustakaan.
Artikel selengkapnya tersedia di: http://media.unpad.ac.id/files/publikasi/2025/rpm_20250203145120_9918.pdf
Penulis: Ridha Amalia, Nadziva Shaqeena Firdaus, Shelpi Nur Awaliyah