Sumedang, 23 Agustus 2025 – Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) bekerjasama dengan Universitas Padjadjaran (Unpad) menyelenggarakan kegiatan Penguatan Pemberdayaan Perpustakaan bagi pengelola dan pustakawan di Kabupaten Sumedang. Kegiatan ini berlangsung Jumat, 22 Agustus 2025, di Bale Rucita, Rektorat Unpad Kampus Jatinangor, dan melibatkan pustakawan dari berbagai jenis perpustakaan — sekolah/madrasah, perguruan tinggi, desa/kelurahan, penggiat literasi, hingga taman bacaan masyarakat.
Tujuan utama acara ini adalah meningkatkan kapasitas tenaga perpustakaan sesuai Standar Nasional Perpustakaan (SNP) serta memperkuat kerjasama antar sektor dalam mendukung gerakan literasi nasional. Dalam sesi materi, drg. Erli Sarilita (Direktur Pendidikan Non-Gelar Unpad), Dr. Rd. Funny M. Elita (Ketua Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi Fikom Unpad), Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sumedang, dan pustakawan ahli Perpusnas memaparkan berbagai strategi dan praktik baik. Para peserta juga diajak menyusun program kolaboratif untuk pemberdayaan perpustakaan melalui pemanfaatan koleksi, penyelenggaraan program literasi sesuai kebutuhan masyarakat, serta peningkatan sarana dan prasarana.
Menurut drg. Erli Sarilita, kolaborasi antara perpustakaan desa/kelurahan dengan sekolah/madrasah dan perguruan tinggi sangat penting untuk memperluas akses koleksi dan teknologi informasi. Dr. Upriyadi dari Perpusnas menekankan bahwa pemberdayaan perpustakaan adalah mandat dari Undang-Undang Perpustakaan (No. 43 Tahun 2007), sehingga pembinaan terhadap semua jenis perpustakaan harus terus dijalankan.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian program Penguatan Pemberdayaan Perpustakaan yang akan digelar di 20 kota/kabupaten di seluruh Indonesia selama Agustus–Oktober 2025. Dengan lebih dari 120 peserta di Sumedang, harapan besar diletakkan agar ekosistem literasi lokal semakin kuat dan berkelanjutan.
Inisiatif ini secara jelas mendukung SDG 4 – Quality Education, dengan meningkatkan kemampuan pustakawan dalam menyediakan layanan literasi yang berkualitas dan akses yang merata kepada masyarakat. Selain itu, kegiatan ini memperkuat SDG 17 – Partnerships for the Goals, melalui kolaborasi antara pemerintah (Perpusnas), akademisi (Unpad), sektor pemerintah daerah, dan komunitas literasi untuk bersama-sama menggalakkan literasi nasional.
Dengan pelaksanaan yang melibatkan dialog, diskusi, dan aktivitas kelompok, diharapkan program ini tidak hanya menjadi kegiatan satu kali, tetapi menjadi momentum strategis untuk memperkuat perpustakaan sebagai pusat pembelajaran, budaya literasi, dan pemberdayaan masyarakat di Indonesia.