Seni ketangkasan domba Garut (SKDG) di pamidangan Cisurupan Kota Bandung merupakan bagian dari sistem pengetahuan lokal yang mengandung nilai-nilai budaya. SKDG merupakan bentuk tindakan yang berwujud sebagai kesenian dan kebudayaan yang diwarisi lelulur sebagai alat dalam mempersatukan bangsa, maka harus dipertahankan dan dilestarikan sehingga berguna bagi generasi yang akan datang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tindakan tradisional, tindakan afektif, rasionalitas instrumental, dan rasionalitas nilai dalam kegiatan SKDG. Metode yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan studi kasus, serta data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan kegiatan SKDG di pamidangan Cisurupan merupakan tindakan tradisional yang meliputi aspek bahasa, aspek kesenian, dan aspek religi. Tindakan Afektif meliputi motivasi, perasaan, dan harapan. Rasionalitas instrumental meliputi aspek organisasi sosial dan aspek ekonomi. Rasionalitas nilai meliputi profil fisik domba, komponen SKDG, dan pihak-pihak yang terlibat dalam SKDG. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa kegiatan seni ketangkasan domba Garut (SKDG) di pamidangan Cisurupan Kota Bandung telah memenuhi ketujuh aspek budaya.