Literasi digital dalam penelitian ini didasarkan pada konseptualisasi literasi digital yang dikemukakan oleh David Bawden (2008) yang terdiri dari empat dimensi utama yaitu kemampuan dasar (underpinning), latar belakang pengetahuan informasi (background knowledge), kompetensi utama literasi digital (central competencies), serta sikap dan perspektif (attitude and perspectives). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional yaitu untuk mengetahui ada dan tidaknya hubungan antara dua variabel atau lebih dan seberapa tingkat hubungannya. Penelitian ini dilakukan kepada 90 orang mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi angkatan 2014 Universitas Padjadjaran yang dipilih dengan menggunakan teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan dasar literasi digital memiliki hubungan yang signifikan dengan kualitas penggunaan e-resources, dengan kategori low correlation. Latar belakang pengetahuan informasi memiliki hubungan yang signifikan dengan kualitas penggunaan e-resources, dengan kategori moderate correlation. Kompetensi utama literasi digital memiliki hubungan yang signifikan dengan kualitas penggunaan e-resources, dengan kategori moderate correlation. Sikap dan perspektif pengguna informasi memiliki hubungan yang signifikan dengan kualitas penggunaan e-resources, dengan kategori moderate correlation. Secara keseluruhan literasi digital memiliki hubungan yang signifikan dengan kualitas penggunaan e-resources, dengan kategori very high correlation, artinya literasi digital menjadi faktor yang sangat menentukan terhadap tingginya kualitas penggunaan e-resources.