Hubungan perilaku pencarian informasi pada YouTube Channel Beauty Vlogger dengan pemahaman produk

Dilatarbelakangi oleh adanya pencarian informasi pada YouTube Channel Beauty Vlogger yang saat ini banyak dilakukan oleh para remaja perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku pencarian informasi pada YouTube Channel Beauty Vlogger dengan pemahaman produk kecantikan di kalangan mahasiswi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran berdasarkan teori Carol Kuhlthau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kuantitatif korelasional dengan jumlah populasi 1.518 dengan sampel penelitian sebanyak 94 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner, wawancara, dan observasi. Penyebaran kuisioner diakukan dengan cara mengirimkan link kuisioner yang telah dibuat melalui aplikasi Google Form pada grup angkatan Fakultas Ilmu Komunikasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa perilaku pencarian informasi pada YouTube channel beauty vlogger memiliki hubungan yang cukup berarti dengan pemahaman produk kecantikan. Tahap inisiasi perilaku pencarian informasi pada YouTube channel beauty vlogger memiliki hubungan yang cukup berarti dengan pemahaman produk, tahap seleksi perilaku pencarian informasi pada YouTube channel beauty vlogger memiliki hubungan yang cukup berarti dengan pemahaman produk, tahap eksplorasi perilaku pencarian informasi pada YouTube channel beauty vlogger memiliki hubungan yang cukup berarti dengan pemahaman produk, tahap formulasi perilaku pencarian informasi pada YouTube channel beauty vlogger memiliki hubungan yang rendah dengan pemahaman produk, tahap pengumpulan informasi perilaku pencarian informasi pada YouTube channel beauty vlogger memiliki hubungan yang rendah dengan pemahaman produk, dan tahap presentasi perilaku pencarian informasi pada YouTube channel beauty vlogger memiliki hubungan yang rendah dengan pemahaman produk. Kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan adalah perilaku pencarian informasi pada YouTube channel beauty vlogger memiliki hubungan positif yang cukup berarti dengan pemahaman produk di kalangan mahasiswi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran.

Share this: