Persepsi kontrol perilaku dalam penelitian ini didasarkan pada teori perilaku terencana yang teridiri dari dua dimensi utama yaitu control belief dan perceived power. Tindakan peminjaman tidak sah meliputi: 1) Melanggar batas waktu peminjaman; 2) Menggunakan kartu perpustakaan orang lain; 3) Memanfaatkan koleksi secara eksklusif dengan menyembunyikannya pada rak koleksi jenis berbeda agar tidak ditemukan pemustaka lain; 4) Mengambil buku tanpa diketahui untuk dipinjam dalam waktu lama; 5) Meminjam dengan melanggar peraturan karena adanya proximity (hubungan kedekatan) dengan petugas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan persepsi kontrol perilaku dengan tindakan peminjaman tidak sah yang terjadi pada Perpustakaan Institut Teknologi Bandung. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Penelitian ini dilakukan kepada 100 orang pemustaka menggunakan teknik non probability sampling jenis accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa control belief memiliki hubungan yang signifikan dengan peminjaman tidak sah, dengan kategori low correlation.Perceived power memiliki hubungan yang signifikan dengan tindakan peminjaman tidak sah, dengan kategori moderate correlation. Secara keseluruhan, persepsi kontrol perilaku memiliki hubungan yang signifikan dengan tindakan peminjaman tidak sah, dengan kategori moderate correlation, artinya persepsi kontrol perilaku tidak sepenuhnya menjadi faktor penentu tingginya tindakan peminjaman tidak sah, namun memiliki hubungan yang cukup berarti.