Ada keprihatinan yang semakin meningkat terhadap aktivitas membaca. Maka dilakukan upaya untuk menumbuhkan budaya membaca, khususnya di dunia pendidikan. Dampak terdekat dari kurangnya budaya membaca pada siswa di Indonesia adalah mereka tidak mampu untuk mengembangkan imajinasi dan memperluas perspektif pemikiran mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara program Reading Time dengan peningkatan budaya membaca siswa yang dilaksanakan di MTsN Model Pandeglang 1. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sampel penelitian sebanyak 180 orang siswa kelas VIII MTsN Model Pandeglang 1 yang didapatkan berdasarkan teknik quota sampling, yaitu menentukan sampel dari populasi hingga jumlah yang diinginkan. Pengukuran program Reading Time didasarkan pada komponen program pendidikan yang disampaikan oleh Arikunto dan Jabar (2009) dan dilakukan modifikasi oleh peneliti, meliputi motivasi siswa, keterlibatan guru, kelengkapan materi, lingkungan sekolah, dan pelaksanaan pengelolaan pada program Reading Time. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing komponen pada program Reading Time memiliki hubungan dengan peningkatan budaya membaca siswa pada tingkat korelasi yang berbeda-beda. Hubungan tinggi didapatkan pada komponen pelaksanaan pengelolaan, hubungan sedang didapatkan pada komponen motivasi siswa, kelengkapan materi, dan lingkungan sekolah, sedangkan hubungan rendah didapatkan pada komponen keterlibatan guru. Secara umum program Reading Time memiliki hubungan dengan peningkatan budaya membaca siswa dengan tingkat korelasi tinggi. artinya, program Reading Time dapat mendorong dan menumbuhkan budaya membaca siswa.