Implementasi layanan diorama Nusantara di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Purwakarta

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui konsep, implementasi dan evaluasi dari layanan Diorama Nusantara di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Purwakarta. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan dalam penelitian ini sebanyak empat orang yang ditentukan dengan menggunakan purposive sampling. Adapun hasil penelitian yang diperoleh adalah konsep dari Diorama Nusantara adalah menyajikan galeri, perpustakaan, arsip, dan museum (GLAM) sebagai sumber informasi, juga untuk memberikan wawasan dengan unsur kreatif, serta memberikan dampak psikologis kebanggaan akan sejarah dan budaya di nusantara. Saat ini kebijakan implementasi layanan Diorama Nusantara terdapat dalam Keputusan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kab. Purwakarta nomor 188:4/Kep. 116-DKP/2018 Tentang Penunjukan Tim Pendataan dan Investarisasi Aset Barang Milik Daerah yang di dalamnya berisi Perda Nomor 9 tahun 2009 tentang Penyelenggaran Kearsipan. Terkait dengan kebijakan operasional tertuang pada Prosedur tetap Nomor 129 Tahun 2017 tentang layanan pengunjung Bale Panyawangan Diorama Nusantara. Untuk integrasi koleksi GLAM didapatkan dari berbagai lembagadan studi banding ke berbagai daerah di Indonesia agar bisa memastikan keaslian dari sejarah maupun kebudayaan di daerahnya. Kegiatan evaluasi yang rutin dilakukan oleh pihak Dinas Kearsipan dan Perpustakaan adalah rapat dengan para staf yang bekerja di Diorama Nusantara dengan tindak lanjutnya berupa menegur SDM, membetulkan multimedia yang rusak serta membahas kritik dan saran dari pengunjung agar Diorama Nusantara bisa lebih baik lagi. The purpose of this study is to find out the concept, implementation, and evaluation of Diorama Nusantara services at the Purwakarta Archives and Library Service. The method used in this study is a qualitative research method with a case study approach. The informants in this study were four people who were determined using purposive sampling. The results of the research obtained are that the concept of Nusantara Diorama is to provide galleries, libraries, archives, and museums (GLAM) as a source of information, as well as to provide insight with creative elements, and provide psychological impact on the history and culture of the archipelago. At this time the policy of implementing Diorama Nusantara services is found in the Decree of the Head of the District Archives and Library Service. Purwakarta number 188: 4 / Kep. 116-DKP / 2018 Regarding the Appointment of the Regional Assets Data Collection and Investigation Team which contains Regional Regulation Number 9 of 2009 concerning Archival Filing. Related to operational policies contained in the fixed procedure Number 129 of 2017 concerning the visitor service of the Bale Panyawangan Diorama Nusantara. The integration of the GLAM collection is obtained from various institutions and comparative studies to various regions in Indonesia in order to ensure the authenticity of history and culture in the region. Evaluation activities that are routinely carried out by the Archives and Library Service are meetings with the staff working in Diorama Nusantara with their follow-up actions to reprimand HR, correct damaged multimedia and discuss criticisms and suggestions from visitors so that the Diorama Nusantara of the Archipelago can be even better.

Share this: