Komunikasi Instruksional Volunteer Pengajar Komunitas 1000 Guru Bandung

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses komunikasi instruksional yang dilakukan oleh volunteer pengajar Komunitas 1000 Guru Bandung. Metode penelitian yang digunakan ialah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa proses komunikasi instruksional yang dilakukan oleh Volunteer pengajar Komunitas 1000 Guru Bandung pada saat kegiatan Travelling and Teaching (TNT) #18 dimulai dari : 1) Spesifikasi isi dan tujuan komunikasi instruksional mengenai materi dan aktivitas pembelajaran yang terdapat atau tertera di dalam booklet TNT #18; 2) Penaksiran Perilaku Mula yakni di dalam kegiatan technical meeting untuk menginformasikan mengenai kemampuan siswa (sasaran); 3) Penetapan Strategi Instruksional yang dibagi menjadi 2, yakni : Pertama, Strategi ekspositori (pencarian materi atau bahan ajar melalui buku pelajaran dan internet) dan strategi inkuiri (pemilihan metode fun teaching dan media komunikasi instruksional); 4) Organisasi satuan-satuan Instruksional (pembagian materi, teknis penggunaan media instruksional dan alur pemaparan materi dan simulasi); 5) Umpan balik : review pembelajaran dan 6) Evaluasi. Hambatan yang terjadi pada saat kegiatan Travelling and Teaching (TNT) #18 tidak ada karena dari awal tujuan pembelajarannya sudah direncanakan secara matang sehingga pada proses pembelajarannya hambatan-hambatan tersebut dapat diantisipasi. Kesimpulan dalam penelitian ini ialah bahwa proses komunikasi instruksional yang dilakukan oleh volunteer pengajar komunitas 1000 Guru Bandung dimulai dari : 1) Spesifikasi Isi dan Tujuan Instruksional; 2) Penaksiran Perilaku Mula; 3) Penetapan Strategi Instruksional; 4) Organisasi satuan-satuan Instruksional; 5) Umpan balik : review dan 6) Evaluasi. This study discusses instructional communication volunteers in 1000 Guru Bandung Community. The purpose of this study is to find out how the instructional communication process is carried out by volunteers 1000 Guru Bandung Community. The research method used is a qualitative method with a case study approach. Data collection techniques carried out through participatory observation, interviews, documentation and literature study. The results of this study indicate that the instructional communication process carried out by Volunteers of the 1000 Guru Bandung Community during the Travelling and Teaching (TNT) # 18 activity starts from: 1) Specifications of the contents and objectives of instructional communication regarding learning materials and activities contained or listed in in the TNT booklet # 18; 2) Initial Behavior Assessment in technical meeting activities to inform students about the ability of students (target); 3) Determination of Instructional Strategies which are divided into 2, is : First, Expository Strategies (searching material or teaching materials through textbooks and the internet) and inquiry strategies (selection of fun teaching methods and instructional communication media); 4) Organization of Instructional units (distribution of material, technical use of instructional media and flow of material exposure and simulation); 5) Feedback: review and 6) Evaluation. Barriers that occur during the Travelling and Teaching (TNT) # 18 activities do not exist because from the beginning the learning objectives have been planned carefully so that in the learning process these obstacles can be anticipated. The conclusion of this research is that the instructional communication process carried out by the 1,000 volunteers of the 1000 Guru Bandung Community starts from: 1) Specifications of Instructional Content and Objectives; 2) Assessment of Early Behavior; 3) Establishing Instructional Strategies; 4) Organization of Instructional units; 5) Feedback: review and 6) Evaluation.

Share this: