Latar belakang penelitian ini adalah keberadaan jejaring sosial di internet yang memudahkan pengguna internet berinteraksi melalui dunia maya. Hal tersebut menimbulkan fenomena internet addiction disorder. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui motif, pengalaman, dan makna jejaring sosial bagi informan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan fenomenologi dari Alfred Schutz. Subjek penelitian sebanyak lima orang. Hasil penelitian ini adalah (1) motif pengidap internet addiction disorder menggunakan jejaring sosial terbagi menjadi In order to motives yaitu untuk berbagi informasi, mendapat teman baru, hiburan, mempermudah komunikasi, untuk berkenalan dengan orang baru dan Because of motives berupa kekhawatiran untuk berkomunikasi, kesulitan mengungkapkan perasaan, tidak percaya diri, ada ajakan teman. (2) Pengalaman pengidap internet addiction disorder menggunakan jejaring sosial terbagi menjadi pengalaman duka meliputi tidak banyak mendapat permintaan pertemanan, dianggap over sharing (Spam), tidak mendapat respon sesuai harapan, dan pengalaman suka meliputi mendapat teman baru, bergabung dalam komunitas, meningkatkan percaya diri dalam berkomunikasi, menjalin hubungan dengan orang yang dikenal melalui internet. (3) Makna jejaring sosial bagi pengidap internet addiction disorder adalah wadah memperoleh informasi, teman baru, tempat berinteraksi, sarana mengembangkan diri dan sarana hiburan.