Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi model Empowering 8 di kalangan peserta PKMK. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive yaitu peserta tidak lolos, peserta lolos, dan peserta lolos kompetisi nasional. Berdasarkan model empowering 8 tahapan literasi informasinya mencakup: identifikasi informasi, eksplorasi informasi, seleksi informasi, mengorgnisir informasi, menciptakan informasi, mempresentasikan informasi, penilaian informasi, dan penerapan informasi. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) dua peserta PKMK yaitu lolos didanai dan lolos nasional telah menerapkan empowering 8 meski belum sempurna. Keduanya memiliki keterampilan identifikasi informasi, eksplorasi informasi, seleksi informasi, mengorganisir informasi, menciptakan informasi, menyajikan informasi, mengakses informasi. Tahapan yang tidak dilakukan mereka yaitu: (a) tidak menentukan sumber mana saja yang terlalu mudah, sukar atau sesuai. (b) Menggunakan pengorganisasian visual untuk membandingkan atau membuat kontras informasi yang diperoleh. (c) Dan merefleksikan seberapa jauh keberhasilan dan menentukan apakah membutuhkan keterampilan baru. Secara umum peserta lolos didanai dan lolos nasional memiliki keterampilan literasi informasi. (2) Peserta tidak lolos belum menggunakan keterampilan literasi informasi dalam membuat proposal PKMK.