Untuk mengetahui bagaimana manajemen bencana arsip vital bidang kartografi dan kearsitekturan yang dilakukan Unit Asset Ownership Document and Files di PT Kereta Api Indonesia (Persero). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data diambil melalui observasi, wawancara, studi pustaka dan triangulasi data. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Unit Asset Ownership Document and Files sudah melakukan beberapa hal dalam empat tahap manajemen bencana arsip vital. Untuk pengamanan, perlindungan, dan pengamanan arsip vital sudah sesuai dengan prosedural, dengan adanya reancangan tertulis mengenai manajemen bencana. Namun begitu, kendala utama yang dimiliki oleh unit ini adalah keterbatasan ruang penyimpanan arsip vital, arsip vital disimpan pada bungker peninggalan era-Hindia Belanda sehingga usia ruang penyimpanan tersebut seratus tahun lebih, sehingga hal itu kendala rembesan air pada tembok penyimpanan yang dapat mengakibatkan bencana bagi arsip. Oleh karena itu, perlu adanya rencana pembangunan gedung baru atau renovasi ruang penyimpanan yang lebih baik untuk menunjang penyimpanan arsip vital.