Tujuan penelitian ini untuk memberitahukan apa saja tahapan pemberdayaan yang dilakukan oleh DISARPUS dalam menjalankan kegiatan pemberdayaan masyarakat. Fokus penelitian ini adalah membahas bagaimana DISARPUS melakukan pengidentifikasian masalah, menyusun rencana kegiatan pemberdayaan, menerapkan kegiatan pemberdayaan, memantau dan mengevaluasi kegiatan, dan pemandirian masyarakatnya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Adapun yang menjadi objek penelitian ini adalah kegiatan pemberdayaan yang dilakukan oleh DISARPUS Kabupaten Bandung Barat dan subjek dalam penelitian ini adalah informan yang mengetahui dan ikut terlibat dalam kegiatan pemberdayaan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dalam pelatihan pengemasan produk pengidentifikasian masalah yang dilakukan oleh DISARPUS adalah melihat bagaimana potensi wilayah, potensi masyarakat, dan perekonomian masyarakatnya. Dalam penyusunan kegiatan, DISARPUS melakukan kerja sama dengan DISPERINDAG dan PKK, dan diadakan di Perpustakaan. Untuk memantau kegiatan, DISARPUS melakukan secara langsung dan tidak langsung. Untuk memandirikan masyarakatnya, DISARPUS melepas fasilitator jika sudah dilihat mampu.