Pengembangan media sosial berbasis Facebook dalam menunjang kegiatan pemasaran para pengrajin alat-alat pertanian

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan rancang bangun pengembangan Facebook menggunakan salah satu fasilitasnya, yaitu halaman Facebook yang digunakan dalam menunjang kegiatan pemasaran para pengrajin alat-alat pertanian kampung Galonggong Tasikmalaya dengan menggunakan lima tahapan metode penelitian tindakan berdasarkan teori dari Davison, Martisons & Knock (2004), yang terdiri dari tahap diagnosa (diagnosing), tahap rencana tindakan (action planning), tahap tindakan (action taking), tahap evaluasi (evaluating), dan tahap pembelajaran (learning). Dalam melakukan penelitian ini, peneliti juga berpijak pada alur konsep Facebook marketing dari Muttaqin (2011:3). Data dikumpulkan menggunakan teknik wawancara, observasi, studi kepustakaan dan dokumentasi. Adapun dalam penelitian ini, peneliti dalam melakukan uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber. Data kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis model interaktif menurut Sutopo (2003 : 8) dan disajikan dalam bentuk narasi, yaitu pemaparan hasil rancangan yang dilengkapi dengan gambar. Hasil penelitian ini berupa terbentuknya rancangan halaman Facebook marketing dengan nama ”Kerajinan Kampung Galonggong Tasik” yang telah dikembangkan dari segi fitur-fitur yang dimanfaatkan, segi ilustrasi dan dari segi konten informasinya. Untuk fitur-fitur yang tersedia, halaman ini sudah memanfaatkan fitur seperti postingan, foto, video, pesan, stories halaman, insight halaman, alat penerbitan, nama pengguna unik, dan fitur ajakan bertindak. Kemudian untuk ilustrasi yang ditampilkan, terdiri dari foto profil, foto sampul dan foto produk. Terakhir, konten informasi yang dibagikan meliputi rincian informasi halaman, katalog produk, konten dalam bentuk video, konten dalam bentuk link artikel, dan konten dalam bentuk stories halaman. Hasil rancang bangun menunjukkan, bahwa halaman Facebook marketing dibandingkan dengan pemanfaatan grup Facebook sebelumnya, dinilai sudah bagus dan layak digunakan untuk menunjang kegiatan pemasaran bagi pengrajin kampung Galonggong Tasikmalaya yang belum memanfaatkan media sosial untuk pemasarannya. Dan hasilnya sudah diterima baik oleh pihak pengrajin Galonggong untuk selanjutnya dikelola serta dikembangkan oleh dua orang admin yang sudah ditunjuk oleh peneliti.

Share this: