Naskah kuno Sanghyang Raga Dewata adalah salah satu koleksi langka yang dimiliki oleh Museum Negara Sri Baduga Provinsi Jawa Barat dan satu-satunya naskah kuno yang terbuat dari daun nipah. Naskah Sanghyang Raga Dewara berasal dari Tasikmalaya Sukaraja dan diciptakan oleh kaum brahmana/cendekiawan agama abad ke-16 Masehi pada era Kerajaan Sunda – Galuh yang berisi nilai-nilai kosmologis dan tatanan hidup masyarakat Sunda pada waktu itu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tindakan preservasi baik dari segi preventif maupun kuratif terhadap naskah kuno Sanghyang Raga Dewata. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini bahwa Museum telah melakukan empat kebijakan pada tataran teknis dari rentan pada tahun 1991 – 2017 dan sampai sekarang kebijakan yang dikeluarkan memprioritaskan tindakan preventif dan menekankan pemanfaatan informasi untuk menjaga fisik naskah. Persiapan dilakukan dengan melakukan observasi terhadap naskah sehingga meminimalisir kesalahan dalam mengambil tindakan. Naskah kuno Sanghyang Raga Dewata telah mengalami empat tindakan teknis, yaitu 1991 dilakukan alih media informasi yang dilakukan secara mandiri, 1999-2001 fumigasi, 2010 menggunakan teknik enkapsulasi yang berimbas pada bertambah rusaknya fisik naskah, dan terakhir dilakukan alih media digital pada tahun 2017 dengan bekerja sama dengan PERPUSNAS RI ditataran teknis. Hingga saat ini, ada beberapa kendala yang dialami oleh museum, seperti kurangnya SDM dan skill, dana, fasilitas pendukung, dan beberapa kebijakan yang dianggap tidak efektif untuk tindakan pelestarian.

Share this: