Preservasi preventif koleksi langka dengan bahan ramah lingkungan (Studi Kasus mengenai preservasi preventif koleksi langka dengan menggunakan bahan ramah lingkungan di DPAD DIY)

Penelitian ini bertujuan mengkaji preservasi preventif koleksi langka dengan bahan ramah lingkungan di Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Fokus penelitian adalah bagaimana kegiatan preservasi preventif koleksi langka dengan bahan ramah lingkungan di DPAD DIY, apa alasan penggunaan bahan ramah lingkungan untuk kegiatan preservasi preventif koleksi langka di DPAD DIY, dan bagaimana pola preservasi preventif koleksi langka dengan bahan ramah lingkungan di DPAD DIY. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Adapun yang menjadi objek penelitian adalah preservasi preventif dengan bahan ramah lingkungan yang dilakukan DPAD DIY terhadap koleksi langka, seperti manuskrip, staatblad, dan kitab-kitab kuno. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat kekhasan dalam tindakan preservasi preventif terhadap koleksi langka yang dilakukan DPAD DIY yaitu mengganti bahan kimia dengan bahan ramah lingkungan berupa kayu cedar dan akar wangi. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah datangnya serangga perusak koleksi. Alasan penggunaan bahan ramah lingkungan dalam kegiatan preservasi merupakan wujud kepedulian DPAD DIY dalam menjaga keberlangsungan lingkungan serta menjaga kesehatan manusia. Tidak ada kebijakan tertulis mengenai tindakan tersebut, hanya disampaikan secara lisan. Persiapan yang dilakukan adalah melakukan survey terhadap koleksi langka untuk mengestimasi jumlah kayu cedar dan akar wangi yang diperlukan, melakukan kerja sama dengan pemasok, dan menentukan petugas. Tindakan dalam penggunaan kayu cedar dan akar wangi untuk kegiatan preservasi preventif adalah meletakkannya di sela-sela buku. Kendala yang dihadapi DPAD DIY dalam melaksanakan kegiatan preservasi preventif dengan bahan ramah lingkungan adalah terbatasnya SDM, tidak ada jadwal khusus, serta kayu cedar dan akar wangi yang sering hilang.

Share this: