Promosi perpustakaan perlu dapat berbasis emosi. Hal ini ditandai munculnya konsep library cafe atau bookshoop di Indonesia. Konsep perpustakaan perlu dikemas kreatif dan inovatif untuk menghilangkan citra kaku perpustakaan yang nantinya meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai perpustakaan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui penerapan branding berdasarkan konsep hubungan pada platform media sosial Instagram di Nimna Book Café, untuk mengetahui strategi emotional branding berdasarkan konsep pancaindra di Nimna Book Café, untuk mengetahui cara menunjukkan eksistensi sebagai Library Café, dan tren baru milenial berdasarkan konsep imajinasi di Nimna Book Café. Penentuan sampel berdasarkan purposive sampling. Hasil temuan mengungkapkan bahwa Nimna Book Café memiliki branding berdasarkan konsep hubungan pada platform media sosial Instagram. Nimna Book Café memiliki branding berupa tagline “Comunal Café Place and Piadineria” yang senantiasa melekat dan menjadi identitas Nimna Book Café hingga saat ini. Nimna Book Café mengusung strategi pengalaman emosional yang didapatkan melalui pengalaman pancaindra (visual, raba, aroma, bunyi dan rasa) yang pada dasarnya harus memenuhi kategori untuk penyegaran badan (tersedianya konsumsi), penyegaran pikiran (tersedianya sumber informasi) dan penyegaran jiwa (tersedianya hiburan). Nimna Books café menunjukkan eksistensi sebagai Library Café pada tren baru milenial berdasarkan konsep imajinasi. Nimna Book Café memiliki event, kerja sama penulis, dan senantiasa menganalisis kebutuhan pemustakanya.