Rancang bangun bibliografi beranotasi perkeretaapian

Perpustakaan khusus milik PT Kereta Api Indonesia memiliki koleksi perkeretaapian yang lengkap. Tetapi dalam mencari informasi yang dibutuhkan terdapat kendala yaitu tidak praktisnya dalam mencari informasi. Maka dibutuhkan sarana pengendalian informasi yaitu bibliografi beranotasi perkeretaapian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengumpulkan sumber informasi perkeretaapian, mengetahui proses penyeleksian sumber informasi, mengetahui aturan entri data, mengetahui proses pembuatan anotasi dan kata kunci, mengetahui proses penyusunan indeks, mengetahui proses pembuatan layout naskah, dan mengetahui proses pemeriksaan naskah akhir bibliografi beranotasi perkeretaapian. Penelitian ini mengacu pada teori Carol C. Kuhlthau yaitu Information Search Process. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif action research. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tahap pengumpulan sumber informasi perkeretaapian peneliti mengumpulkan buku dengan nomor klasifikasi 385, 625.1, dan 625.2. Tahap penyeleksian sumber informasi adalah dengan mengelompokkan koleksi yang ada berdasarkan waktu terbitnya. Tahap entri data adalah menggunakan aturan AACR2 dan juga menggunakan sistem klasifikasi DDC 23.Tahap pembuatan anotasi adalah dengan cara membaca bagian belakang cover, kata pengantar, prolog, atau sebagian buku. Pembuatan kata kunci adalah dengan menetapkan kata yang mewakili isi buku dengan maksimal empat kata. Tahap penyusunan indeks adalah disusun berdasarkan abjad dan pembuatan layout naskah adalah dengan memastikan tata letak dapat nyaman dibaca sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Tahap pemeriksaan naskah akhir adalah memastikan tidak ada kesalahan penulisan. Kesimpulannya adalah sudah baik hanya terdapat beberapa koreksi yaitu kurang lengkapnya keterangan penyusun dan tulisan pada bagian klasifikasi yang terlalu kecil. Dengan adanya siklus II akhirnya bibliografi beranotasi dapat diterima dengan baik dan melebihi presentase keberhasilan yaitu 77%.

Share this: