Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek dan proses manajemen pengetahuan pada tradisi upacara adat ngarot di Desa Lelea Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengambilan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek manajemen pengetahuan pada upacara adat ngarot meliputi aspek manusia, organisasi dan teknologi atau media. Aspek manusia terdiri sang pencetus lahirnya upacara adat ngarot yakni Ki Buyut Kapol, Kepala desa beserta jajarannya, panitia pelaksana, sekelompok muda-mudi (bujang dan cuene), generasi penerus, serta masyarakat Desa Lelea yang berpartsipasi dalam melestarikan dan menjaga upacara adat ngarot. Aspek organisasi meliputi cara pelaksanaan, tempat, dan waktu pelaksanaanya. Aspek teknologi atau media berkaitan dengan media yang digunakan untuk memberi pengumuman waktu pelaksanaan upacara adat ngarot, dan media yang digunakan untuk mengakses informasi mengenai upacara adat ngarot. Proses manajemen pengetahuan pada upacara adat ngarot terdapat tiga tahap. Tahap penciptaan pengetahuan (knowledge creation), upacara adat ngarot lahir dari kebiasaan kumpul-kumpul muda-mudi di kediaman Ki Buyut Kapol yang tujuannya adalah mempersatukan para kaula muda dan generasi tua. Tahap berbagi pengetahuan (knowledge sharing) yang dapat dilakukan melalui percakapan antara satu anggota masyarakat Desa Lelea dengan anggota masyarakat lainnya. Tahap pemanfaatan pengetahuan (knowledge utilization) pada upacara adat Ngarot, diperoleh dari banyaknya makna yang dapat diambil dari setiap rangkaian tradisi Ngarot.