The Bari-Talk Baritapraya Talkshow, Puncak Dies Natalis Himaka ke-37 Fikom Unpad

Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi memperingati Dies Natalis ke-37. Serangkaian acara digelar untuk memperingati hari bersejarah ini, sebagai puncak acara The Bari-Talk Baritapraya Talkshow dipersembahkan pada Sabtu, 1 Oktober 2022 di Aula Moestopo Fikom Unpad dan juga secara hybrid melalui zoom meeting. Bertajuk “Librarianship in Various Fields of Work”, tiga pembicara hebat Kusnandar, S.Sos., M.si, dosen Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi, Priatna, M.Si., M.M., dari Kepala Pusat Data & Analisa TEMPO, dan Robertus Ilabakho, S.IIP, M.Kom., M.H., dari Market Development at Indonesia Stock Exchange yang juga merupakan alumni Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi hadir menyampaikan materi kepada para peserta talkshow.

Rangkaian Acara Dies Natalis ke-37 Himaka Fikom Unpad telah dilaksanakan sejak bulan September 2022. Acara terdiri dari berbagai perlombaan untuk umum yaitu Lomba Penulisan Esai Ilmiah dan Lomba Podcast, selain itu terdapat perlombaan untuk jurusan mulai dari lomba akademik sampai non-akademik.

Sesi talkshow bersama tiga pemateri membawakan perbincangan mengenai bagaimana persiapan untuk terjun ke dunia kerja profesional sesuai dengan ranah yang relevan khususnya untuk para lulusan Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi. Kang Priatna menyampaikan bahwa pengalaman organisasi akan berpengaruh saat baru memasuki dunia kerja, kebiasaan produktif harus mulai dibentuk sejak masih di perkuliahan. “Habit mulai saat perkuliahan akan menentukan bagaimana nanti habit di dunia kerja. Jika sekarang saat masih kuliah suka menunda-nunda pekerjaan maka nanti akan terbentuk seperti itu.” tambah kang Robert.

Penyerahan pelakat kepada Bapak Kusnandar, S.Sos., M.si.
Penyerahan pelakat kepada kang Robertus Ilabakho, S.IIP, M.Kom., M.H.
Penyerahan pelakat kepada kang Priatna, M.Si., M.M.

Pak Kusnandar menyampaikan sebuah istilah yang tercetus dalam perjalanan intelektualnya bahwa profesi pustakawan sudah bukan terpaku pada satu pengertian saja melainkan pustakawan adalah punggawa peradaban atau The Guardian of Civilization, yang berarti pustakawan berkewajiban untuk menjaga peradaban terhadap keberadaan informasi. Menambahi hal tersebut beliau juga menyampaikan bahwa lulusan prodi Perpustakaan dan Sains Informasi bisa bekerja dimana saja selama masih dekat dengan manajemen informasi, manajemen data, manajemen digital aset, dll. Dimana diucapkan oleh kang Priatna bahwa manajemen digital aset terdiri dari aspek perusahaan, pustakawan, dan user. Kang Robert pun menanggapi, “Walaupun semisalnya pekerjaan kita tidak relevan dengan informasi, tetapi tetap library is my soul. Kita tetap bisa mengimplementasikan apa yang sudah dipelajari selama perkuliahan di dunia profesional.”

Menuju dunia kerja profesional, selain mempersiapkan hard skill yang didapat dari perkuliahan mahasiswa Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi juga harus mempersiapkan soft skill. Soft skill tersebut bisa didapatkan dari mana saja seperti berbagai kegiatan di luar perkuliahan, misalnya mengikuti kepanitiaan, organisasi, dsb. Habit atau kebiasaan produktif juga harus mulai dibentuk saat kuliah sehingga ketika memasuki dunia kerja sudah terbiasa (Tsabitah).

Share this: