Bandung, 2025 — Penelitian oleh Diah Ayu Merdekawati, Prof Ninis Agustini D. M.Lib,, dan Dr. Edwin Rizal menyoroti bagaimana Ganesha Digital Library (GDL) berperan sebagai institutional repository di UPT Perpustakaan Institut Teknologi Bandung (ITB). Studi ini mengkaji proses pengumpulan, pengorganisasian, dan diseminasi karya ilmiah sivitas akademika ITB melalui GDL.
Penelitian dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejak diterbitkannya SK Rektor ITB mengenai Serah Simpan Karya Ilmiah, mahasiswa dan dosen diwajibkan menyerahkan softcopy karya ilmiah untuk diunggah ke GDL. Namun, publik hanya dapat mengakses abstrak secara daring, sementara fulltext hanya bisa dibaca di perpustakaan ITB.
GDL sendiri dikembangkan oleh Knowledge Management Research Group (KMRG) ITB sejak tahun 2000 sebagai perangkat lunak repositori berbasis open source. Dengan sistem ini, koleksi karya ilmiah seperti tugas akhir, tesis, disertasi, artikel, dan prosiding dapat terdigitalisasi dan terlindungi hak ciptanya. Proteksi metadata dan file dilakukan untuk mencegah plagiarisme serta menjaga kualitas publikasi ilmiah.
Meski memiliki banyak fitur unggulan, penelitian mencatat bahwa belum semua fitur GDL dimanfaatkan optimal baik oleh pengguna maupun staf perpustakaan. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah keterbatasan jumlah pustakawan yang berkompeten dalam mengunggah dan mengelola karya ilmiah, khususnya menjelang periode wisuda ketika jumlah unggahan meningkat pesat.
Selain itu, keterbatasan akses fulltext di luar jaringan perpustakaan menjadi catatan penting, mengingat tren open access repository global yang mendorong keterbukaan hasil penelitian. Penulis merekomendasikan agar ITB mempertimbangkan model unggah mandiri (self-upload) dan peningkatan pemanfaatan fitur agar akses lebih luas dan efisien.
Studi ini menegaskan bahwa GDL memiliki peran strategis dalam mendukung SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan memperkuat infrastruktur digital riset di Indonesia, serta SDG 10 (Mengurangi Ketidaksetaraan) dengan membuka peluang akses ilmu pengetahuan yang lebih merata bagi masyarakat akademik maupun publik.
Artikel selengkapnya tersedia di: http://media.unpad.ac.id/files/publikasi/2025/rpm_20250123143808_3833.pdf
Penulis: Ridha Amalia, Nadziva Shaqeena Firdaus, Shelpi Nur Awaliyah