BANDUNG – Mahasiswi Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi (PSI) Universitas Padjadjaran (Unpad), Audie Aqmarina, berhasil mempublikasikan hasil penelitiannya yang berjudul “Akses Setara Bagi Penyandang Disabilitas: Analisis Aksesibilitas Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung.” Penelitian yang dibimbing oleh dosen Dian Sinaga, M.Si., dan Dr. Rully Khairul Anwar ini bertujuan untuk mengetahui tingkat aksesibilitas layanan perpustakaan bagi penyandang disabilitas di perpustakaan kota tersebut, dengan berpedoman pada standar IFLA (International Federation of Library Associations and Institutions).
Studi yang dilakukan pada tahun 2024 ini dilatarbelakangi oleh pentingnya menyediakan akses setara bagi semua lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, terhadap sumber daya informasi. Perpustakaan, sebagai pusat informasi, memiliki peran krusial dalam mewujudkan hal tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengukur sejauh mana perpustakaan di Bandung telah memenuhi standar aksesibilitas internasional dan mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam prosesnya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Audie menganalisis ketersediaan fasilitas dan layanan perpustakaan dengan berpedoman pada daftar periksa (checklist) IFLA yang mencakup berbagai indikator, mulai dari infrastruktur fisik hingga layanan digital. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk mendapatkan data yang komprehensif mengenai kondisi riil di lapangan.
Dari temuan penelitian, terungkap bahwa aksesibilitas di Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung belum sepenuhnya sesuai dengan standar IFLA. Berdasarkan perhitungan, tingkat aksesibilitas baru mencapai 44.14%. Dari total 111 butir instrumen dalam IFLA Checklist, hanya 49 butir yang dinyatakan tersedia dan sesuai standar, sementara 62 butir lainnya masih belum terpenuhi. Hal ini menunjukkan masih banyak kekurangan yang perlu dibenahi, meskipun pihak perpustakaan sudah berupaya untuk menyediakan layanan tersebut.
Penelitian ini juga mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi perpustakaan dalam menyediakan layanan bagi penyandang disabilitas, mulai dari faktor eksternal hingga internal. Kendala-kendala tersebut mencakup keterbatasan anggaran, kurangnya sumber daya manusia yang terlatih, serta infrastruktur yang belum memadai. Temuan ini memberikan gambaran jelas mengenai tantangan yang harus diatasi untuk meningkatkan aksesibilitas.
Penelitian Audie Aqmarina ini tidak hanya memberikan kontribusi akademis, tetapi juga sangat relevan dengan dua Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Pertama, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, yang menekankan pentingnya akses informasi dan pendidikan yang setara bagi semua orang, termasuk penyandang disabilitas. Kedua, SDG 10: Mengurangi Kesenjangan, yang bertujuan untuk memberdayakan dan mempromosikan inklusi sosial, ekonomi, dan politik semua orang. Temuan ini menggarisbawahi perlunya aksi konkret untuk memastikan perpustakaan menjadi ruang yang benar-benar inklusif.
Artikel ilmiah ini telah diterbitkan di jurnal INNOVATIVE Journal of Social Science Research, menjadikannya rujukan penting bagi pustakawan dan praktisi di Indonesia yang berupaya meningkatkan aksesibilitas perpustakaan.
Hasil publikasi dapat diakses melalui link berikut: http://media.unpad.ac.id/files/publikasi/2025/rpm_20250122182301_2972.pdf
Penulis: Ridha Amalia, Nadziva Shaqeena, and Delfin Gusti Wanda