Mahasiswa PSI Unpad Teliti Preservasi Koleksi Museum Perjuangan Rakyat Jawa Barat

BANDUNG, 2024 — Upaya pelestarian warisan budaya diwujudkan melalui sebuah penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi (PSI), Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran. Penelitian ini mengkaji strategi dan praktik preservasi koleksi di Museum Perjuangan Rakyat Jawa Barat yang berlokasi di Jalan Dipati Ukur No. 48, Kota Bandung. Riset ini dilakukan oleh Katherine Rahelina, bersama dua dosen pembimbing, Saleha Rodiah dan Ute Lies Siti Khadijah. Kajian ini berfokus pada metode preservasi preventif dan kuratif yang diterapkan untuk menjaga keutuhan dan nilai informasi koleksi museum yang beragam, seperti seragam, diorama, senjata, dan artefak sejarah lainnya.

Latar belakang penelitian ini sangat relevan, mengingat sebagian besar koleksi museum ini telah berusia lebih dari 70 tahun dan sangat rentan terhadap kerusakan. Preservasi koleksi menjadi krusial untuk memastikan nilai sejarah dan informasi yang terkandung di dalamnya tidak hilang seiring waktu. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan upaya pelestarian yang dilakukan oleh museum, yang diharapkan dapat menjadi referensi bagi lembaga museum lainnya. Temuan ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yaitu SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan menyediakan akses pengetahuan sejarah, dan SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui pelestarian warisan budaya perkotaan.

Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara, dan studi literatur. Katherine Rahelina melakukan pengumpulan data pada 26 September 2022. Proses ini mengungkap secara rinci bagaimana staf museum menerapkan dua jenis preservasi untuk menjaga koleksinya tetap utuh.

Secara teknis, museum menerapkan strategi preservasi preventif, seperti menyimpan koleksi dalam lemari kaca. Selain itu, ada juga kontrol lingkungan melalui pengaturan pencahayaan yang redup dan pemantauan suhu ruangan secara berkala. Di sisi lain, preservasi kuratif juga dilakukan secara rutin, meliputi fumigasi, pembersihan koleksi, pencucian kain dengan cairan khusus, dan restorasi artefak yang rusak. Seluruh tindakan ini, termasuk pembersihan kaca pembatas, dilakukan setiap tiga bulan sekali atau lebih cepat jika diperlukan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Museum Perjuangan Rakyat Jawa Barat berhasil mengimplementasikan kedua jenis preservasi, dengan porsi yang lebih besar pada preservasi kuratif. Pengelola museum secara konsisten melakukan fumigasi dan pembersihan koleksi setiap tiga bulan untuk mencegah kerusakan akibat serangga dan jamur. Kondisi ruang pamer pun terjaga dengan baik tanpa ditemukan adanya jamur, serangga, atau hewan pengerat, bahkan saat AC tidak dinyalakan, suhu ruangan tetap stabil.

Temuan ini menegaskan bahwa upaya preservasi yang sistematis dan berkelanjutan sangat efektif dalam mempertahankan nilai sejarah dan informasi dari koleksi museum. Dengan demikian, koleksi berharga ini dapat terus dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran sejarah perjuangan rakyat Jawa Barat bagi masyarakat dan generasi muda. Artikel ilmiah yang merangkum hasil penelitian ini telah diterima pada 12 Agustus 2024, disetujui pada 5 Oktober 2024, dan resmi dipublikasikan pada 29 Oktober 2024.

Artikel selengkapnya tersedia di:

http://media.unpad.ac.id/files/publikasi/2025/rpm_20250205215048_6162.pdf

Penulis: Ridha Amalia, Nadziva Shaqeena, dan Moh. Fikri Ardinata Fuadi

Share this: