BANDUNG – Mahasiswi Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi (PSI) Fikom Unpad, Shelpi Nur Awaliyah, berhasil mempublikasikan artikel ilmiahnya yang berjudul “Literasi informasi budaya komunitas perantau Banyumas di Bandung dalam pelestarian kesenian Banyumasan.” Penelitian yang dilakukan pada tahun 2025 di Bandung ini merupakan hasil bimbingan dari dosen Dr. Ute Lies Khadijah, Evi Nursanti Rukmana, M.I.Kom., dan Dr. Rully Khairul Anwar. Fokus utamanya adalah mengidentifikasi bagaimana Komunitas Genta Sentramas, sebuah komunitas perantau dari Banyumas, menggunakan literasi informasi budaya untuk melestarikan dan mempromosikan seni tradisional mereka di kota Bandung.
Penelitian ini berangkat dari premis bahwa literasi informasi budaya memainkan peran krusial dalam melestarikan seni tradisional di era modern, terutama di kalangan komunitas diaspora. Komunitas Genta Sentramas, yang dikenal aktif dalam kegiatan budaya, dianggap sebagai contoh ideal untuk diteliti. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana mereka memanfaatkan literasi informasi budaya untuk menjaga keberlangsungan seni Banyumasan, seperti tari dan musik, di tengah tantangan modernisasi.
Dengan menggunakan metode kualitatif dan teknik purposive sampling, peneliti mengumpulkan data dari anggota Komunitas Genta Sentramas. Metode ini memungkinkan pemahaman yang mendalam mengenai praktik dan inisiatif yang dilakukan oleh komunitas. Temuan penelitian menunjukkan bahwa literasi informasi budaya komunitas ini terwujud dalam pemanfaatan teknologi informasi, khususnya media sosial dan platform digital. Melalui platform ini, mereka mendokumentasikan dan menyebarluaskan informasi tentang seni tradisional mereka kepada generasi muda dan masyarakat luas.
Selain memanfaatkan teknologi, bentuk literasi informasi budaya lainnya yang ditemukan adalah kunjungan ke situs warisan budaya lokal dan penyelenggaraan lokakarya seni. Praktik-praktik ini tidak hanya memfasilitasi akses informasi tetapi juga mendorong anggota komunitas untuk mengambil peran aktif dalam memproduksi dan mempromosikan elemen budaya mereka. Ini menunjukkan bahwa literasi informasi budaya tidak hanya bersifat pasif, melainkan juga proaktif dalam pelestarian warisan budaya.
Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa literasi informasi budaya menjadi instrumen vital dalam menjaga keberlanjutan seni tradisional Banyumasan. Upaya komunitas ini memastikan bahwa identitas budaya tetap hidup dan relevan di tengah masyarakat yang beragam di Bandung. Hasil penelitian ini memberikan wawasan berharga tentang bagaimana komunitas diaspora dapat memanfaatkan alat modern untuk tujuan pelestarian budaya.Publikasi ini telah dimuat di jurnal Informatio: Journal of Library and Information Science, dan menjadi kontribusi penting bagi literatur di bidang ilmu perpustakaan dan sains informasi. Penelitian ini juga sejalan dengan dua Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Pertama, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, yang mendorong pendidikan dan literasi untuk semua, termasuk literasi budaya. Kedua, SDG 11: Kota dan Permukiman Berkelanjutan, yang bertujuan untuk melestarikan warisan budaya. Penelitian ini menunjukkan bagaimana komunitas di perkotaan dapat secara aktif melestarikan tradisi mereka, menciptakan kota yang lebih inklusif dan kaya budaya.
Hasil publikasi dapat diakses melalui link berikut: http://media.unpad.ac.id/files/publikasi/2025/rpm_20250202065824_9178.pdf
Writers: Ridha Amalia, Nadziva Shaqeena, and Delfin Gusti Wanda