Kabupaten Bandung, 15 Desember 2024 — Dua dosen dari Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas Padjadjaran (UNPAD) telah menyelesaikan penelitian yang menyoroti peran strategis masyarakat lokal dalam mengatasi masalah lingkungan. Penelitian berjudul “Ecotourism: Local Community’s Role in Overcoming Watershed Pollution in Lake Cisanti, West Java” ini mengupas bagaimana ekowisata yang berbasis komunitas dapat menjadi solusi efektif untuk polusi di hulu Sungai Citarum.
Riset ini merupakan hasil kolaborasi dari Rully Khairul Anwar dan Ute Lies Siti Khadijah. Latar belakangnya adalah predikat “sungai paling tercemar di dunia” yang pernah disematkan Bank Dunia pada Sungai Citarum. Penelitian ini berfokus pada Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, sebagai lokasi Situ Cisanti yang merupakan titik nol Sungai Citarum, untuk meninjau peran masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi ekowisata.
Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, tim peneliti mengumpulkan data melalui wawancara, observasi non-partisipan, dan studi dokumentasi. Pendekatan ini memungkinkan para peneliti untuk memahami secara mendalam tingkat partisipasi masyarakat dalam seluruh tahapan pengembangan ekowisata, yang menjadi kunci keberhasilan upaya pemulihan lingkungan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan masyarakat Desa Tarumajaya sangat krusial. Mereka berpartisipasi aktif dalam tiga tahapan utama: perencanaan, pelaksanaan (seperti menjaga lingkungan dan mengelola kegiatan), dan evaluasi. Peran serta aktif ini berkontribusi langsung pada upaya pembersihan sungai dan pemulihan alam, sambil memperkuat pengembangan ekowisata.
Studi ini secara khusus menekankan bahwa keterlibatan masyarakat lokal adalah fondasi utama untuk ekowisata yang berhasil. Partisipasi mereka bukan hanya sekadar tenaga, tetapi juga dalam pengambilan keputusan dan kepemilikan program, yang memastikan keberlanjutan inisiatif lingkungan dan ekonomi.
Publikasi ilmiah ini memberikan wawasan berharga tentang bagaimana model berbasis komunitas dapat menjadi solusi praktis untuk masalah lingkungan yang kompleks. Penelitian ini berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak) dan SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), dengan mempromosikan pengelolaan sumber daya air yang efektif dan pembangunan yang inklusif.
Artikel ini telah diterbitkan di Jurnal Sinta 4 Socio Politica UINSGD. Diharapkan temuan ini dapat menjadi acuan bagi pemangku kebijakan dan komunitas lain untuk mengadopsi pendekatan serupa dalam upaya pemulihan lingkungan dan pengembangan ekowisata yang berkelanjutan.
Hasil publikasi dapat diakses melalui tautan berikut: http://media.unpad.ac.id/files/publikasi/2025/rpm_20250128110851_5371.pdf
Penulis: Ridha Amalia, Nadziva Shaqeena, dan Muhammad Ihsan Fauzul Haq