Kuliah Umum: Langkah-langkah Proses Digitalisasi Dokumen Tulis

Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Unpad, bekerja sama dengan Program Studi Sastra Sunda, Fakultas Ilmu Budaya, Unpad, mengadakan kuliah umum bertajuk “Langkah-langkah Proses Digitalisasi Dokumen Tulis” pada Selasa, (03/10/2023). Kuliah umum ini dilaksanakan berkaitan dengan Mata Kuliah Manajemen Warisan Digital, materi Naskah Kuno sebagai Warisan Budaya Benda dan Warisan Budaya Takbenda Nusantara.

Kuliah umum ini menghadirkan Dr. Drs. Undang Ahmad Darsa, M.Hum., dosen Sastra Sunda, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran. Menurut beliau, setidaknya terdapat 5 langkah dalam melakukan digitalisasi naskah kuno, di antaranya preservasi, konservasi, identifikasi, digitalisasi, dan katalogisasi. Selain itu, dibahas juga langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan untuk mendigitalisasi naskah kuno (manuskrip) yang ada di Indonesia, khususnya di Tatar Sunda. Langkah pertama dikenal dengan istilah Preservasi. Preservasi merupakan upaya ke arah penyusunan bagian-bagian pengutuhan dan pengawetan suatu benda. Langkah selanjutnya adalah konservasi, sebuah upaya ke arah perbaikan dan perlindungan suatu benda. Lalu terdapat langkah identifikasi, yaitu sebuah upaya pendeskripsian aspek-aspek suatu benda berdasarkan ciri-ciri kekhasannya. Adapun digitalisasi merupakan upaya pengawetan terhadap suatu benda melalui proses alih media elektronis ke dalam bentuk audio visual. Beliau juga menyampaikan bahwa, misalnya dengan menggunakan ponsel saja, digitalisasi naskah kuno tetap bisa dilakukan. Langkah terakhir adalah katalogisasi yang merupakan proses pencatatan sekelompok benda tertentu berdasarkan identitas ciri-ciri khasnya, dengan mencatat deskripsi naskah. 

Meski begitu, tantangan masih perlu dihadapi oleh para peneliti dalam melakukan digitalisasi. Salah satu kendala besarnya adalah naskah yang akan dikatalogisasi tidak dipegang oleh pengelola informasi, sehingga proses katalogisasi sulit untuk dilakukan. Oleh karena itu, diperlukan sinergitas antara pelaku digitalisasi naskah kuno dengan pihak-pihak terkait. Seluruh kegiatan digitalisasi dokumen tulis ini dilakukan agar naskah dapat diwariskan dengan baik kepada generasi selanjutnya. Kuliah umum ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa kepedulian mahasiswa terhadap pentingnya naskah kuno. (Nasha Nur Zhafarina, Yasyfi Shofiyyah, Davina Grahita, Rafi Helmi Rabani, Delaneira Arselie, Najwa Auliana, Malva Sahlia).

Share this: