Kunjungan dan hibah buku dari Dr. H. Raichul Amar, M.Pd.

Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi menerima kunjungan dan hibah buku dari Dr. H. Raichul Amar, M.Pd. pada Kamis (03/04/2023). Dalam kesempatan tersebut, beliau menghibahkan dua buah buku yang berjudul Getaran Hati Seniman Peraih Kalpataru, 75 Tahun Dra. Hj. Elris, dan satu majalah berjudul Sang Penakluk: Tim Voli IAIN IB tahun 1974-1976. Dr. H. Raichul Amar, M.Pd, merupakan Dosen Fakultas Adab UIN Imam Bonjol Padang dan sudah pensiun di usia 65 tahun pada 2010. Beliau juga pemerhati arsip dan dokumen bersejarah serta sudah berkecimpung di dunia perpustakaan sejak 2002. Beliau melalui Prodi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam UIN Imam Bonjol Padang melakukan kerja sama dengan Unpad pada 2007. Beliau sampaikan bahwa buku yang diberikan adalah sebagai tanda kenang-kenangan untuk Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi, Fikom Unpad.

Dr. H. Raichul Amar, M.Pd., dalam rangka menyambut usia pensiunnya mulai menulis buku Getaran Hati Seniman Peraih Kalpataru, berisi kumpulan testimoni; himpunan memori kolega, rekan kerja, dan teman tentang dirinya. Dosen Perpustakaan dan Sains Informasi, Drs. H. Dian Sinaga, M.Si., dan Dr. H. Pawit M. Yusup, M.Si., ikut serta memberikan testimoni dalam buku tersebut. Setelah terhambat beberapa lama karena belum terkumpulnya semua testimoni, akhirnya pada 2022 buku ini selesai dan diterbitkan berbarengan dengan Dies Natalis 56 UIN Imam Bonjol Padang pada 29 November 2022.

Bersama dengan terbitnya buku yang beliau tulis, Dr. H. Raichul Amar, M.Pd., memasuki usia 77 tahun. Di usianya yang sudah tidak muda, beliau tetap giat menulis dan semangat membuat karya. Beliau menyampaikan bawa motivasinya dalam menulis adalah karena merupakan hobi dan menjadi ladang amal, “Saya sepertinya fitrah dari Maha Kuasa itu hobi menulis, kita harus memahami bakat kita, jadi ini amal kita yang tidak terputus, jika buku ini di baca oleh pembaca, barangkali mendapat amal juga.” Beliau juga memberi saran dalam menulis, yaitu apabila memiliki ide sebaiknya langsung menulis tanpa perlu memikirkan editing dan proses lainnya. Hal tersebut supaya inspirasi dan ide dapat langsung tertuang dan tidak hilang selama proses editing, “Apabila ada inspirasi kita tulis saja dulu, editing nanti saja, yang penting tulis dulu saja” tambah beliau. (TN)

Share this: