Bandung, Oktober 2024 – Artikel ilmiah berjudul “Pemetaan Publikasi Literasi Media di Scopus Tahun 2019–2023” resmi dipublikasikan pada Oktober 2024. Penelitian ini berfokus pada pemetaan tren literasi media dalam lima tahun terakhir melalui analisis bibliometrik, dengan tujuan memberikan gambaran perkembangan riset sekaligus membuka peluang topik kajian baru di masa depan.
Artikel tersebut ditulis oleh Farah Nabila Khairunnisa, Edwin Rizal, dan Yunus Winoto. Publikasi ini menjadi kontribusi nyata dalam memperkuat literatur akademik terkait literasi media, sebuah kompetensi penting yang semakin dibutuhkan di era digital. Penelitian dilakukan menggunakan data publikasi dari basis data internasional Scopus. Dengan metode analisis bibliometrik berbasis co-word melalui aplikasi VOSviewer, penelitian ini berhasil mengidentifikasi tren penelitian global di bidang literasi media. Dari total 1.786 publikasi yang ditemukan pada periode 2019–2023, sebanyak 1.046 artikel dipilih sebagai sampel setelah melalui proses seleksi berdasarkan jenis dokumen dan kata kunci.
Tingginya arus informasi mendorong literasi media menjadi keterampilan yang semakin mendesak. Kemampuan ini diperlukan untuk merespons tantangan misinformasi dan disinformasi yang kian meluas. Atas dasar itu, pemetaan penelitian dilakukan guna mengidentifikasi fokus kajian, arah perkembangan, serta area penelitian yang masih terbatas perhatian akademik.
Penelitian ini mengungkapkan tren yang semakin meningkat dalam jumlah publikasi literasi media dari tahun ke tahun. Dari analisis kata kunci, teridentifikasi 51 istilah yang kemudian dikelompokkan ke dalam tujuh klaster utama. Kajian literasi media paling banyak berfokus pada isu misinformasi dan disinformasi, sedangkan topik seperti body image, privacy, adolescents, children, dan teacher training masih jarang disentuh sehingga berpotensi menjadi arah penelitian selanjutnya.
Temuan ini menegaskan bahwa riset literasi media terus berkembang dan semakin relevan dengan tantangan zaman. Selain memperkaya wawasan akademik, penelitian ini juga memiliki keterkaitan dengan SDG’s 4: Pendidikan Bermutu dan SDG’s 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Kuat. Dengan demikian, artikel ini tidak hanya berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembangunan berkelanjutan di tingkat global.