Mahasiswa dan Dosen Unpad Kaji Implementasi Standar Perpustakaan bagi Anak Tuna Rungu

BANDUNG, 2024 — Penelitian yang dilakukan oleh Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran menyoroti peran penting pustakawan dalam meningkatkan literasi baca dan tulis bagi anak-anak penyandang disabilitas tunarungu. Riset ini dikerjakan oleh Nurul Fadilla, mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi, bersama para dosen Rully Khairul Anwar, Siti Chaerani Djen Amar, dan Evi Nursanti Rukmana. Hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal akademik VISI PUSTAKA Volume 26 Nomor 2 edisi Agustus 2024.

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pustakawan dalam memberikan pelayanan kepada seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Para peneliti ingin memastikan bahwa semua individu berhak untuk mendapatkan akses informasi. Pustakawan, sebagai bagian dari aparatur negara, memiliki tugas sebagai perencana, pelaksana, dan pengawas. Oleh karena itu, penelitian ini menekankan pentingnya kreativitas pustakawan dalam menyampaikan materi literasi dasar agar mudah dipahami oleh anak-anak disabilitas.

Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur naratif. Para peneliti menganalisis berbagai topik dari penelitian sebelumnya untuk menemukan hal-hal baru yang relevan. Data yang digunakan bersumber dari berbagai jurnal online, baik nasional maupun internasional, yang diterbitkan antara tahun 2013 hingga 2023. Proses pengumpulan data ini dilakukan dengan sangat selektif untuk memastikan kebaruan dan relevansi informasi.

Berdasarkan analisis yang dilakukan, ditemukan bahwa pustakawan harus mampu bertindak sebagai fasilitator yang mengelola informasi agar mudah dicerna oleh anak-anak tuna rungu. Mereka tidak hanya berperan sebagai pendidik, tetapi juga sebagai manajer yang memastikan tidak ada hambatan dalam akses layanan. Temuan ini menyoroti bahwa peran pustakawan sangat krusial dalam menyediakan data yang valid dan bermanfaat.

Penelitian ini juga memberikan rekomendasi praktis untuk implementasi di lapangan. Para pustakawan disarankan untuk menggunakan media pembelajaran yang lebih spesifik, seperti gambar dan objek tiruan, untuk membantu anak-anak tuna rungu memahami lingkungan sekitarnya. Selain itu, penting untuk menciptakan ruang perpustakaan yang ramah disabilitas, di mana mereka bisa belajar dan bereksplorasi dengan leluasa.

Secara keseluruhan, penelitian ini bertujuan untuk memastikan anak-anak tuna rungu dapat berpartisipasi aktif dalam kelas inklusif dan mencapai kemampuan literasi yang setara dengan teman sebayanya. Upaya ini diharapkan dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih adil dan terbuka. Temuan ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 4 (Pendidikan Berkualitas) dan 10 (Mengurangi Ketidaksetaraan).

Artikel selengkapnya tersedia di: 
http://media.unpad.ac.id/files/publikasi/2025/rpm_20250210105656_4584.pdf 

Penulis: Ridha Amalia, Nadziva Shaqeena, dan Moh. Fikri Ardinata Fuadi

Share this: