Mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi Unpad Meneliti Hubungan Minat Baca dengan Efikasi Diri Mahasiswa di Bandung Raya

Penelitian terbaru yang dilakukan oleh mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi, Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran mengungkap adanya hubungan positif yang signifikan antara minat baca dan efikasi diri mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Bandung Raya. Temuan ini menegaskan bahwa semakin tinggi minat baca seorang mahasiswa, semakin tinggi pula keyakinan dirinya dalam menghadapi tantangan akademik dan kehidupan sehari-hari.

Penelitian ini dilakukan oleh Salma Alya Mussafa, Prijana, dan Asep Saeful Rohman dan melibatkan 376 mahasiswa dari Universitas Padjadjaran, Institut Teknologi Bandung, Universitas Pendidikan Indonesia, dan Telkom University. Dengan menggunakan metode survei serta analisis korelasi Pearson Product Moment, penelitian ini berhasil membuktikan adanya keterkaitan erat antara aktivitas membaca dan kepercayaan diri mahasiswa dalam mencapai tujuan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 63% mahasiswa memiliki minat membaca tinggi dan 95% memiliki efikasi diri tinggi. Angka ini memperlihatkan bahwa mayoritas mahasiswa Bandung Raya cukup aktif dalam membaca sekaligus percaya pada kemampuan diri mereka. Korelasi positif yang ditemukan menegaskan pentingnya budaya membaca dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengembangan diri mahasiswa.

Menurut para peneliti, membaca secara rutin tidak hanya memperluas pengetahuan tetapi juga melatih keterampilan berpikir kritis. Mahasiswa yang gemar membaca cenderung lebih percaya diri dalam mengambil keputusan, mampu beradaptasi dengan perubahan, dan memiliki strategi pemecahan masalah yang lebih baik. Hal ini sekaligus menjadi bukti bahwa minat baca berperan penting dalam membentuk efikasi diri yang kuat.

Penelitian ini memiliki relevansi langsung dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) yang menekankan pentingnya pendidikan berkualitas untuk semua. Peningkatan minat baca terbukti memperkuat kemampuan akademik mahasiswa dan menciptakan lingkungan belajar yang inklusif serta produktif. Selain itu, temuan ini juga mendukung SDG 3 (Good Health and Well-being), karena efikasi diri yang tinggi berkontribusi pada kesehatan mental yang lebih baik, meningkatkan resiliensi, serta mengurangi stres akademik di kalangan mahasiswa.

Para peneliti merekomendasikan agar perguruan tinggi lebih aktif mengembangkan program literasi guna meningkatkan minat baca mahasiswa. Semakin luas akses mahasiswa terhadap bahan bacaan berkualitas, semakin besar peluang terciptanya generasi muda yang percaya diri, sehat secara mental, adaptif, dan kompetitif di kancah global.

Artikel lengkap tersedia di: http://media.unpad.ac.id/files/publikasi/2025/rpm_20250203144212_9697.pdf

Share this: