Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) resmi menerbitkan Pedoman Membangun Citra Perpustakaan sebagai acuan baru bagi pengelola perpustakaan di seluruh Indonesia. Pedoman ini hadir sebagai respon atas tantangan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang mendorong perpustakaan untuk bertransformasi menjadi pusat pengetahuan yang modern dan relevan.

Pedoman ini disusun oleh tim yang melibatkan para ahli, di antaranya Asep Saeful Rohman, Agus Munawar, Elpa Hermawan, Vinta Sevilla, Irsan, Hartoyo Darmawan, Rizki Agung Gumilar, Yudhi Firmansyah, dan Josan Kusuma, dengan pengarah Kepala Perpusnas RI, Prof. E. Aminudin Aziz, serta Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan, Dr. Adin Bondar.

Peluncuran pedoman dilakukan di Jakarta pada Oktober 2024, menandai langkah penting bagi perpustakaan di Indonesia dalam membangun citra positif di mata masyarakat. Pedoman ini menekankan pentingnya komunikasi, promosi layanan, serta strategi branding yang konsisten untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap perpustakaan.

Latar belakang penerbitan pedoman ini adalah kebutuhan untuk memperkuat posisi perpustakaan di era digital. Selama ini, perpustakaan sering dipersepsikan sebatas tempat penyimpanan buku. Padahal, dengan dukungan teknologi, perpustakaan bisa menjadi ruang literasi aktif dengan beragam kegiatan seperti diskusi, pameran, siniar (podcast), hingga video pendek yang menarik partisipasi publik.

Melalui pedoman ini, Perpusnas menekankan strategi komunikasi terpadu, mulai dari promosi konvensional seperti pamflet dan diskusi tatap muka, hingga pemanfaatan media digital seperti media sosial, live streaming, dan konten audio-visual. Dengan pendekatan ini, perpustakaan diharapkan dapat membangun citra merek (brand image) yang kuat, dipercaya, dan dicintai masyarakat.

Hasil yang diharapkan dari penerapan pedoman ini adalah peningkatan minat kunjungan masyarakat ke perpustakaan, loyalitas pemustaka, serta kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat ekosistem literasi. Selain itu, pedoman ini juga sejalan dengan SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDGs 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), karena menekankan peran perpustakaan dalam menyediakan akses literasi yang inklusif dan berkelanjutan.

Pedoman selengkapnya dapat dibaca di: http://media.unpad.ac.id/files/publikasi/2025/rpm_20250207092310_5688.pdf

Share this: