Bandung, 2024 – Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi bersama Yayasan Forum Komunitas Kreatif (YFKK) Sibolga Tapanuli Tengah berhasil mendokumentasikan Budaya Baso, yaitu tradisi tutur sapa kekeluargaan masyarakat etnis Pesisir Sibolga, Sumatera Utara. Budaya ini merupakan warisan tak benda yang diwariskan secara lisan dan kini semakin rentan hilang karena minim dokumentasi.
Penelitian yang dilakukan oleh Lailan Saumi Panggabean dan dimbing oleh Dr. Edwin Rizal dan Kusnandar M.Si. dilaksanakan sepanjang Januari hingga Juli 2023. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan tokoh adat, budayawan, serta komunitas lokal. Melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen, tim peneliti berhasil merekam serta mengkategorikan variasi tutur sapa Baso ke dalam enam kelompok, mulai dari sapaan keluarga inti hingga sapaan umum.
Hasil dokumentasi ini kemudian dipublikasikan dalam bentuk konten digital di platform Instagram melalui akun @tutur.runduk dan @lai_bookshelf. Upaya ini menjadi langkah inovatif dalam menjaga kelestarian budaya sekaligus mendukung pembelajaran lintas generasi. Dengan cara ini, Baso tidak hanya tersimpan sebagai arsip, tetapi juga dapat diakses luas oleh masyarakat, terutama generasi muda.
Penelitian ini berkontribusi pada SDGs 11 (Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan) dengan menjaga identitas budaya lokal yang menjadi bagian penting dari pembangunan kota yang inklusif dan berkelanjutan. Selain itu, Baso juga memperkuat nilai kekeluargaan, kesopanan, dan keharmonisan sosial yang sejalan dengan SDGs 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh). Tradisi tutur sapa ini mendorong terciptanya interaksi sosial yang damai serta mengurangi potensi konflik dalam masyarakat multietnis Sibolga.
Dengan dokumentasi budaya Baso, Universitas Padjadjaran dan YFKK berharap masyarakat dapat terus melestarikan warisan leluhur ini. Upaya ini sekaligus memperlihatkan bahwa teknologi digital dapat menjadi sarana strategis dalam pemajuan kebudayaan dan memperkuat kohesi sosial di tengah dinamika modernisasi.
Artikel selengkapnya tersedia di: http://media.unpad.ac.id/files/publikasi/2025/rpm_20250123134336_8442.pdf
Penulis: Ridha Amalia, Nadziva Shaqeena Firdaus, Shelpi Nur Awaliyah