Susanne Dida, seorang mahasiswa dari Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi (PSI) Fikom Unpad, telah menerbitkan artikel ilmiah berjudul “Health Information Literacy among Children at Reading Communities in Sumedang Regency.” Publikasi ini membahas bagaimana literasi informasi kesehatan diterapkan pada anak-anak melalui layanan dan kegiatan di Taman Bacaan Masyarakat (TBM), serta strategi yang digunakan untuk mendukung perilaku hidup sehat.
Penelitian ini dilakukan dengan dukungan dari dosen-dosen PSI Fikom Unpad, yaitu Elnovani Lusiana, Retasari Dewi, Evi Nursanti Rukmana, dan Abdul Qayoum Safi. Kolaborasi ini mencerminkan komitmen Fikom Unpad dalam mendorong riset mahasiswa yang tidak hanya memberikan kontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga relevan dengan praktik pelayanan informasi di masyarakat.
Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya informasi kesehatan bagi anak-anak, yang rentan terhadap penyakit karena kebiasaan hidup yang tidak sehat. TBM sebagai penyimpan dan pengelola pengetahuan menyediakan layanan informasi kesehatan melalui buku dan kegiatan literasi bertema kesehatan, sehingga anak-anak dapat belajar berperilaku hidup sehat sejak dini. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana literasi informasi kesehatan diterapkan pada anak-anak di TBM Kabupaten Sumedang.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan mengambil sampel anak-anak dari tiga TBM di Kabupaten Sumedang, yaitu TBM Lingkaran Cahaya, TBM Bina Kreasi Muda, dan TBM Pabukon Ngadongeng. Analisis difokuskan pada pemahaman anak terhadap informasi kesehatan, strategi TBM dalam menyampaikan informasi, serta inovasi kegiatan literasi yang dilakukan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak sudah mengetahui kebutuhan informasi kesehatan, namun belum sepenuhnya memahami proses penerapan informasi tersebut. Ketiga TBM menyediakan bacaan kesehatan yang beragam seperti buku, komik, dan majalah, serta memiliki strategi berbeda dalam perencanaan informasi kesehatan. Kegiatan literasi dilakukan sesuai kompetensi atau minat pengguna, dengan proses evaluasi melalui pemahaman bacaan, diskusi, read aloud, dan think aloud. Dua TBM menyimpan informasi ke dalam buku induk dan katalog, serta mempromosikan kegiatan literasi kesehatan melalui media sosial. Meski akses informasi kesehatan masih terbatas, TBM-TBM ini sudah memiliki inovasi dalam mempraktikkan informasi kesehatan melalui kegiatan literasi.
Artikel ilmiah ini telah dipublikasikan di Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan Vol. 12, No. 2 (Desember 2024), halaman 325-344. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi pengelola TBM dan perpustakaan masyarakat di Indonesia mengenai strategi literasi informasi kesehatan yang dapat diterapkan pada anak-anak.
Penelitian ini relevan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin ke-3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, serta poin ke-4 tentang Pendidikan Bermutu. Dengan menyoroti peran TBM dalam meningkatkan literasi informasi kesehatan anak, karya ini memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan berpengetahuan.
Hasil penelitian selengkapnya dapat dibaca di: http://media.unpad.ac.id/files/publikasi/2025/rpm_20250210092231_3457.pdf
Penulis: Ridha Amalia, Nadziva Shaqeena, dan Naresh Aurelia Berliana.