Menjaga Tradisi di Era Modern, Mahasiswa Unpad Teliti Manajemen Pengetahuan pada Upacara Seren Taun Kuningan

Kuningan, 30 Januari 2025 — Dua mahasiswa dari Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi (PSI) Universitas Padjadjaran (UNPAD) telah menyelesaikan penelitian penting mengenai upaya pelestarian budaya. Studi berjudul “Manajemen Pengetahuan dalam Melestarikan Tradisi Seren Taun di Cigugur, Kuningan” ini menyoroti bagaimana tradisi adat dapat terus bertahan di tengah tantangan zaman melalui pengelolaan pengetahuan yang efektif.

Riset ini dipimpin oleh mahasiswa Fina Apriyana dan Naresh Aurelia Berliana, di bawah bimbingan dosen Ute Lies Siti Khadijah dan Saleha Rodiah. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya upacara adat Seren Taun di Cigugur, Kuningan, yang kaya akan nilai budaya. Tujuannya adalah untuk mengkaji bagaimana pengetahuan terkait upacara ini dikelola dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan desain studi kasus, tim peneliti mengumpulkan data melalui observasi, wawancara mendalam dengan tetua adat, panitia Seren Taun, dan tokoh masyarakat, serta analisis dokumen. Pendekatan ini memungkinkan para peneliti untuk memahami secara komprehensif bagaimana aspek manusia, organisasi, dan teknologi berinteraksi dalam menjaga tradisi ini.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pengetahuan dalam tradisi Seren Taun sangat bergantung pada tiga aspek utama: manusia (pengetahuan dan keahlian dari para tetua adat), organisasi (peran Yayasan Tri Mulya Tri Wikrama), dan teknologi (penggunaan media sosial dan platform digital). Kolaborasi antara ketiga aspek ini terbukti krusial dalam mengelola dan menyebarkan pengetahuan tentang upacara tersebut.

Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan, seperti kurangnya dokumentasi sistematis dan partisipasi generasi muda yang masih terbatas. Untuk mengatasi masalah ini, studi ini merekomendasikan beberapa strategi, termasuk pengembangan sistem dokumentasi digital, pembuatan program pendidikan budaya untuk kaum muda, dan pemanfaatan teknologi informasi untuk promosi yang lebih luas.

Publikasi ilmiah ini memberikan wawasan praktis bagi komunitas adat lainnya yang berupaya melestarikan warisan budaya mereka. Penelitian ini juga berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) yang berfokus pada pendidikan budaya, dan SDG 11 (Kota dan Pemukiman Berkelanjutan) yang menekankan pelestarian warisan budaya.

Artikel ini telah diterbitkan di Jurnal Sinta 4 Informatio. Diharapkan temuan ini dapat menjadi acuan berharga bagi komunitas adat dan pemerintah daerah dalam merumuskan strategi pelestarian budaya yang lebih efektif dan berkelanjutan di era digital.

Hasil publikasi dapat diakses melalui tautan berikut: http://media.unpad.ac.id/files/publikasi/2025/rpm_20250201124304_6510.pdf

Penulis: Ridha Amalia, Nadziva Shaqeena, dan Muhammad Ihsan Fauzul Haq

Share this: