Bandung, 2024 — Penelitian oleh Farah Nabila Khairunnisa, dibimbing oleh Dr. Edwin Rizal, dan Drs. Yunus Winoto berhasil memetakan tren global publikasi literasi media di basis data Scopus dalam rentang 2019–2023. Studi ini menganalisis 1.046 artikel dari total 1.786 publikasi yang berhasil disaring berdasarkan jenis dokumen dan kata kunci.
Hasil penelitian menunjukkan tren positif dengan peningkatan jumlah publikasi setiap tahun, dari 146 artikel pada 2019 menjadi 268 artikel pada 2023. Analisis menggunakan perangkat VOSviewer menemukan 51 kata kunci yang muncul lebih dari sepuluh kali, yang kemudian dikelompokkan ke dalam tujuh klaster. Fokus utama penelitian literasi media global masih berkisar pada isu misinformasi dan disinformasi, sementara topik seperti body image, privacy, teacher training, anak-anak, dan remaja masih jarang dieksplorasi.
Data juga menunjukkan bahwa Amerika Serikat mendominasi jumlah publikasi dengan 281 artikel, diikuti oleh Spanyol (148 artikel), Inggris (47 artikel), Australia (44 artikel), dan Jerman (42 artikel). Hal ini menandakan bahwa riset literasi media masih terpusat pada negara-negara maju, sementara kontribusi dari negara berkembang, termasuk Indonesia, masih relatif terbatas.
Studi ini selaras dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), karena literasi media merupakan bagian dari pendidikan sepanjang hayat yang mendukung kemampuan berpikir kritis masyarakat. Selain itu, riset ini juga terkait dengan SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh), karena literasi media yang kuat dapat membantu membangun masyarakat yang lebih sadar informasi, tangguh terhadap disinformasi, serta memperkuat demokrasi dan tata kelola yang adil.
Penulis merekomendasikan agar penelitian masa depan memperluas fokus pada isu-isu yang masih jarang dibahas, seperti peran pendidikan formal dan pelatihan guru dalam literasi media, serta dampaknya pada kelompok rentan seperti anak-anak dan remaja.Dengan pemetaan ini, diharapkan literasi media tidak hanya menjadi wacana akademik, tetapi juga menjadi strategi global dalam mewujudkan masyarakat yang cerdas, kritis, dan berdaya menghadapi tantangan era digital.
Artikel selengkapnya tersedia di: http://media.unpad.ac.id/files/publikasi/2025/rpm_20250123144236_6387.pdf
Penulis: Ridha Amalia, Nadziva Shaqeena Firdaus, Shelpi Nur Awaliyah