Universitas Padjadjaran, 15 Desember 2024 — Seorang mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi (PSI) Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas Padjadjaran (UNPAD) baru-baru ini menerbitkan penelitian yang menyoroti pentingnya preservasi bahan pustaka. Penelitian berjudul “Penerapan Preservasi Terhadap Bahan Pustaka Di Perpustakaan Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran” ini mengulas bagaimana sebuah perpustakaan akademis menjaga koleksi berharganya dari kerusakan.
Riset ini dipimpin oleh Moh. Alfito Triandra, mahasiswa PSI FIKOM UNPAD, di bawah bimbingan dosen Lutfi Khaerunnisa dan Samson CMS. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui kegiatan-kegiatan preservasi yang diterapkan oleh Perpustakaan Fakultas Keperawatan UNPAD dalam merawat bahan pustaka mereka. Dengan menjaga bahan pustaka, perpustakaan memastikan informasi di dalamnya tetap dapat diakses oleh para mahasiswa dan akademisi untuk waktu yang lama.
Untuk mengumpulkan data, peneliti melakukan observasi langsung dan wawancara mendalam dengan salah satu pustakawan di Perpustakaan Fakultas Keperawatan. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk memahami secara langsung kebijakan dan praktik sehari-hari yang dilakukan dalam menjaga kondisi buku dan dokumen lain. Penelitian ini berfokus pada langkah-langkah manajerial dan teknis yang diambil untuk mencegah kerusakan, yang merupakan bagian dari konservasi dan restorasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan berbagai praktik preservasi yang diterapkan oleh perpustakaan. Mulai dari tindakan pencegahan seperti menjaga kelembaban ruangan, hingga penanganan langsung pada bahan pustaka yang memerlukan perbaikan. Artikel ini menguraikan bahwa kebijakan pemeliharaan yang sistematis sangat penting sebagai tindakan preventif. Selain itu, restorasi bahan pustaka yang rusak juga dilakukan dengan teknik dan pertimbangan yang cermat.
Penelitian ini menggarisbawahi bahwa ketiga elemen utama—preservasi, konservasi, dan restorasi—memiliki hubungan yang erat dalam memastikan daya tahan koleksi perpustakaan. Terutama, preservasi sebagai cakupan yang paling luas, mencakup semua aspek untuk melindungi koleksi baik secara fisik maupun informasinya. Penerapan kebijakan tertulis juga dianggap krusial untuk panduan operasional.
Publikasi ilmiah ini tidak hanya memberikan wawasan bagi pustakawan dan praktisi di bidang perpustakaan, tetapi juga berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Secara spesifik, penelitian ini relevan dengan SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDGs 11 (Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan). Dengan menjaga bahan pustaka, perpustakaan mendukung akses terhadap pendidikan dan memastikan pelestarian warisan budaya dan informasi bagi generasi masa depan.
Artikel ini telah diterbitkan di Jurnal Libria, menjadikannya sumber referensi penting. Diharapkan temuan ini dapat mendorong perpustakaan lain, baik di tingkat fakultas maupun institusi, untuk meningkatkan dan mengembangkan kebijakan serta praktik preservasi mereka. Dengan demikian, perpustakaan dapat terus menjalankan fungsinya sebagai pusat pengetahuan dan memori kolektif yang berkelanjutan.
Hasil publikasi dapat diakses melalui tautan berikut: http://media.unpad.ac.id/files/publikasi/2025/rpm_20250209161045_1841.pdf
Penulis: Ridha Amalia, Nadziva Shaqeena, dan Muhammad Ihsan Fauzul Haq