Pangandaran, 2 Februari 2025 — Mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi (PSI) Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas Padjadjaran (UNPAD) telah menyelesaikan penelitian yang menyoroti pergeseran cara berkomunikasi politik di kalangan anak muda. Studi kasus berjudul “Komunikasi Politik Penggunaan Media Sosial dalam Komunikasi Politik Generasi Z pada Pemilihan Bupati Pangandaran 2024” ini mengeksplorasi bagaimana Gen Z memanfaatkan media sosial dan model komunikasi politik yang terbentuk dari interaksi tersebut.
Riset ini dipimpin oleh Dalfa Amalia, mahasiswa PSI FIKOM UNPAD, di bawah bimbingan dosen Evie Ariadne Shinta Dewi dan Samson CMS. Latar belakangnya adalah perubahan signifikan dalam pola komunikasi politik yang kini sangat bergantung pada media sosial, terutama di kalangan Generasi Z—kelompok yang kini menjadi pemilih pemula dan sangat terhubung dengan dunia digital.
Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan studi kasus, penelitian ini bertujuan untuk memahami tiga hal utama: peran media sosial bagi Gen Z di Pangandaran selama Pilbup 2024, alasan mereka memilih media sosial sebagai sumber informasi utama, dan model komunikasi politik yang terbentuk dari interaksi tersebut. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memainkan peran multifungsi bagi Gen Z. Ia tidak hanya menjadi sumber informasi utama, tetapi juga sebagai agen sosialisasi politik, media yang interaktif dan mudah diakses, serta sarana penting untuk merancang strategi komunikasi politik. Fleksibilitas, kemudahan akses, dan keragaman informasi menjadi alasan utama mengapa Gen Z menjadikan media sosial sebagai pilihan utama mereka.
Temuan paling signifikan dari penelitian ini adalah terbentuknya model komunikasi politik transaksional di kalangan Gen Z. Model ini menunjukkan bahwa interaksi politik di media sosial tidak lagi satu arah, melainkan proses timbal balik di mana Gen Z tidak hanya menerima informasi, tetapi juga secara aktif berpartisipasi, berinteraksi, dan bahkan memengaruhi narasi politik yang berkembang.
Publikasi ilmiah ini memberikan wawasan penting bagi para politisi, aktivis, dan akademisi tentang bagaimana berinteraksi secara efektif dengan pemilih muda. Selain itu, penelitian ini berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 4 (Pendidikan Berkualitas) dan nomor 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Institusi yang Tangguh), dengan menekankan pentingnya partisipasi politik yang terinformasi dan inklusif.
Artikel ini telah dipublikasikan di KOMVERSAL: Jurnal Komunikasi Universal. Hasil penelitian ini menjadi bukti nyata bahwa media sosial telah mengubah lanskap komunikasi politik secara fundamental, menempatkan Gen Z sebagai aktor yang aktif dan berpengaruh. Diharapkan temuan ini dapat menjadi panduan untuk memahami dan menjembatani gap komunikasi antara politisi dan generasi pemilih masa depan.
Hasil publikasi dapat diakses melalui tautan berikut: http://media.unpad.ac.id/files/publikasi/2025/rpm_20250209160531_4197.pdf
Penulis: Ridha Amalia, Nadziva Shaqeena, dan Muhammad Ihsan Fauzul haq