Prof. Dr. Agus Rusmana, M.A., Juri Pemilihan Pustakawan Terbaik ASEAN di Acara Congress of Southeast Asian Librarians

Kuala Lumpur, 15 Mei 2025 – Kongres Pustakawan Asia Tenggara (Congress of Southeast Asian Librarians)/CONSAL di Malaysia telah sukses menggelar acara penganugerahan Pustakawan Terbaik ASEAN, yang berlangsung dari 9 hingga 15 Mei 2025. Dalam ajang bergengsi ini, Indonesia diwakili oleh Prof. Dr. Agus Rusmana, M.A., yang dipercaya sebagai salah satu juri utama. Kehadiran beliau menegaskan peran penting Indonesia dalam memajukan dunia kepustakawanan di kawasan Asia Tenggara.

Acara ini diselenggarakan dengan tujuan utama untuk mengapresiasi dan memilih pustakawan terbaik di seluruh Asia Tenggara. Proses seleksi yang ketat dirancang untuk menjaring para profesional yang telah menunjukkan dedikasi, inovasi, dan kontribusi luar biasa di bidangnya. Lomba ini dibagi menjadi dua kategori utama, yakni Outstanding Librarian (pustakawan senior berpengalaman) dan Young Librarian (pustakawan muda).

Untuk kategori Outstanding Librarian, enam negara mengirimkan perwakilannya: Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Sementara itu, kategori Young Librarian diikuti oleh enam negara, yaitu Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. Para calon pustakawan terbaik dari masing-masing negara berupaya menunjukkan portofolio dan prestasi terbaik mereka untuk dinilai.

Proses penjurian dilakukan oleh empat juri yang mewakili empat negara, yaitu Indonesia, Filipina, Malaysia, dan Thailand. Para peserta diwajibkan mengirimkan portofolio yang berisi rekam jejak dan berbagai pencapaian profesional mereka. Setelah semua dokumen terkumpul, keempat juri akan secara independen melakukan penilaian. Skor dari setiap juri kemudian digabungkan untuk menentukan pemenang.

Setelah melalui proses penilaian yang komprehensif, para pemenang diumumkan dalam acara puncak di Malaysia. Untuk kategori Outstanding Librarian, Ms. Chin Loy Jyoon dari Malaysia berhasil meraih medali emas, Dra. Woro Titi Haryanti, M.A. dari Indonesia meraih perak, dan Elvira B. Lapuz dari Filipina meraih perunggu. Sedangkan untuk kategori Young Librarian, penghargaan jatuh kepada Dr. Mayasara Abdul Majid dari Malaysia.

Penganugerahan ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan juga sebuah wadah untuk mempererat kolaborasi antar-pustakawan di Asia Tenggara. Keberhasilan para pustakawan yang meraih penghargaan, termasuk Dra. Woro Titi Haryanti, M.A., menunjukkan kualitas dan profesionalisme pustakawan Indonesia yang diakui di tingkat regional. Diharapkan, prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi para pustakawan lain untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam membangun literasi dan pengetahuan masyarakat.

Share this: